Fakta di Balik Kerja Keras "Profesor" Pisang dari Bantul, Lulusan Paket B hingga Jadi Pembicara di Forum Internasional

Kompas.com - 18/01/2019, 19:09 WIB
Lasiyo Sang ProfesorPisang Tengah Memindahkan Bibit Pisangnya di Pekarangan Rumahnya diDusun Ponggok, Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Yogyakarta Rabu (16/1/2019) KOMPAS.com/MARKUS YUWONOLasiyo Sang ProfesorPisang Tengah Memindahkan Bibit Pisangnya di Pekarangan Rumahnya diDusun Ponggok, Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Yogyakarta Rabu (16/1/2019)

"Setelah ada budidaya bibit pisang dan ada yang tanya pisang, kondisi lingkungan bisa terjaga. Pekarangan yang biasanya kosong dan gersang bisa ada manfaatnya," katanya.

Baca Juga: Mengenal Lasiyo, Penjaga Toko yang Jadi "Profesor" Pisang, hingga Jadi Pembicara di Luar Negeri

2. Dikenal sebagai "profesor pisang"

Saat itu Lasiyo memang memilih cara pengembangan pisang secara organik dan bukan menggunakan pestisida. Menurut Lasiyo, cara organik akan lebih menguntungkan dalam waktu lama dibandingkan menggunakan bahan-bahan kimia.

Setelah itu, Lasiyo mencoba mengembangkan sejumlah varietas pisang dan hingga saat ini, sudah ada 20 varietas.

Pria yang juga bekerja sebagai penjaga toko tersebut menjelaskan jenis varietasnya adalah pisang jenis raja bulu, raja bagus, klutuk, ambon barangan, raja kuning, pisang emas kirana, dan pisang emas saling Jogja.

Selain itu ada juga juga pisang kongo, dan pisang gading. Bibit unggulannya pisang raja, ambon, gepok, dan raja susu. Bibitnya berasal dari berbagai wilayah, dirinya rutin mencari bibit pisang ke pelbagai daerah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Banyak yang membeli dari Jawa Tengah, Jawa Timur ngambilnya ke sini," katanya.

Untuk satu bibit pohon pisang, Lasiyo mematok harga sekitat Rp 13.000. Selain itu, dirinya juga mengembangkan pupuk organik yang berasal dari sampah di sekitar rumahnya.

"Saya juga dapat julukan pemulung sampah," ujarnya sembari tersenyum.

Baca Juga: Prihatin Monyet Sering Mengemis di Jalan, Erwin Tanam Pohon Buah di Hutan

3. Hanya lulusan Paket B, Lasiyo panen penghargaan

Pisangshutterstock Pisang

Meski hanya lulus paket B, keahlian dirinya mengembangkan bibit pisang sudah melambungkan namanya. Sejumlah perguruan tinggi ternama di Yogyakarta, bahkan hingga ke Dinas Pertanian kabupaten dan provinsi DIY, pernah memberikan penghargaan.

Tak heran jika sederet penghargaan diperolehnya, ada sekitar 50 pernghargaan baik dari pemerintah maupun lembaga.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.