Tuntut Ganti Rugi, Warga Tanam Kelapa dan Pisang di Tengah Jalan - Kompas.com

Tuntut Ganti Rugi, Warga Tanam Kelapa dan Pisang di Tengah Jalan

Kompas.com - 13/09/2018, 07:30 WIB
Warga Kelurahan Wandoga, Kecamatan Wangi-wangi,  Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara ramai-ramai menanam kelapa dan pisang di tengah jalan. Aksi warga tersebut merupakan aksi protes terhadap pemerintah daerah yang belum membayar ganti rugi lahan warga yang telah dijadikan jalan keliling pulau Wangi-wangi.KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE Warga Kelurahan Wandoga, Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara ramai-ramai menanam kelapa dan pisang di tengah jalan. Aksi warga tersebut merupakan aksi protes terhadap pemerintah daerah yang belum membayar ganti rugi lahan warga yang telah dijadikan jalan keliling pulau Wangi-wangi.

WAKATOBI, KOMPAS.com – Warga Kelurahan Wandoga, Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, ramai-ramai menanam kelapa dan pisang di tengah jalan.

Aksi warga tersebut merupakan aksi protes terhadap pemerintah daerah yang belum membayar ganti rugi lahan warga yang telah dijadikan jalan keliling pulau Wangi-wangi.

Ganti rugi tanah inilah kami sementara menuntut. Kenapa di bagian sana sudah dibayarkan ganti rugi lahan, kenapa disini tidak? Saya dan ibu-ibu kita tanam pohon kelapa dan pisang, kita halangi itu jalan,” kata seorang warga, La Musa, Rabu (12/9/2018).

Terlihat beberapa warga menggali dengan menggunakan alat seadanya sambil menanamkan bibit kelapa dan pohon pisang di tengah jalan.

Baca juga: Dua Mahasiswa UNS Surakarta Tewas Saat Snorkeling di Wakatobi

Usai menanam tanaman, warga juga menutup jalan dengan menggunakan kayu di tengah jalan, sehingga kendaraan tidak bisa melewati jalan tersebut.

Beberapa warga juga memblokir jalan dengan menggunakan kayu dan bambu agar kendaraan roda empat tidak bisa melintas.

“Mudah-mudahan esok sudah ada pemerintah yang mau bayar, namun bila mana pemerintah tidak mau membayar, maka seumur hidup saya ini tidak akan jadi ini jalan,” ujar La Musa.

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Dinas PU dan Tata Ruang Wakatobi Muhridin mengatakan, tidak ada ganti rugi tanah.

“Tidak ada (ganti rugi tanah) cuma isu. Kita akan adakan pendekatan persuasif sama warga (untuk buka blokir jalan),” ucap Muhridin.

Jalan tersebut baru dibuka tiga bulan lalu dan dijadikan sebagai jalan lingkar dalam pulau Wangi-wangi dengan lebar jalan 22 meter. 



Close Ads X