Marah-marahnya Bupati Lebak Berbuah Piala Adipura

Kompas.com - 16/01/2019, 08:47 WIB
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat arak-arakan Piala Adipura di Rangkasbitung, Selasa (15/1/2019) KOMPAS.com/ACEP NAZMUDINBupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat arak-arakan Piala Adipura di Rangkasbitung, Selasa (15/1/2019)

LEBAK, KOMPAS.com — Kabupaten Lebak berhasil meraih Piala Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Piala sudah diterima Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Senin (15/1/2019).

Ini adalah Piala Adipura kedua bagi Kabupaten Lebak setelah sebelumnya diraih pada 1993 silam. Iti mengungkapkan, rahasia diraihnya Piala Adipura lagi setelah 26 tahun, antara lain, lantaran dirinya kerap dianggap sering marah-marah.

"Rahasianya yang pertama adalah komitmen, kemudian saya sering dibilang, bupati marah-marah saja, ya memang itu harus karena harus digeuingkeun (disadarkan)," Kata Iti kepada wartawan di Pondopo Kabupaten Lebak, Selasa (15/1/2019).

Baca juga: Video Bupati Lebak Marah Besar Lihat Bangunan di Atas Taman Jadi Sorotan

Iti memang dikenal sebagai bupati yang nyentrik. Tindakannya beberapa kali viral.

Satu di antaranya saat video dirinya marah tersebar luas di internet.

Peristiwa tersebut terjadi pada Oktober 2017 silam di kawasan wisata Baduy Luar di Kampung Ciboleger, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Banten.

Iti marah saat mengetahui sebuah taman rusak akibat di atasnya didirikan bangunan.

Sejak menjadi bupati Lebak pada 2013 lalu, Iti memang gencar membangun taman di sejumlah tempat, tidak hanya di ibu kota Rangkasbitung, tapi juga di kecamatan-kecamatan lain.

Kehadiran taman-taman tersebut, kata bupati yang baru saja dilantik untuk periode kedua ini, berhasil membuat lingkungan kota menjadi cantik.

Baca juga: Cerita di Balik Aksi Unik Bupati Lebak Memanjat Pohon Durian

Alhasil ini menjadi salah satu faktor kembali diraihnya Piala Adipura setelah beberapa kali gagal.

Selain itu, menurut Iti, Kabupaten Lebak juga dianggap berhasil mengelola tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

"Penataan sistem kontrol landfill kita dianggap bagus, lalu ada banyak pengadaan bak sampah, daur ulang sampah plastik dan organik, hingga gerakan untuk tidak menggunakan satu botol minum sekali buang," pungkas dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X