Tujuh Pengeroyok Suporter Persija Didakwa Pasal Pembunuhan

Kompas.com - 16/01/2019, 05:48 WIB
Tampak ke tujuh terdakwa pengeroyok Haringga Sirla tengah menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019). KOMPAS.com/AGIEPERMADITampak ke tujuh terdakwa pengeroyok Haringga Sirla tengah menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com — Tujuh pelaku dewasa yang mengeroyok suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, didakwa melakukan pembunuhan terhadap korban.

Adapun ketujuh orang tersebut yakni Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), Goni Abdurahman (20), Budiman (41), Aldiansyah (21), Cepi (20), dan Joko Susilo (32).

Dalam uraian dakwaanya, Jaksa Kejaksaan Negeri Bandung menerapkan pasal alternatif, yakni Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.

"Terdakwa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, yakni Haringga Sirla, perbuatan mana dilakukan secara bersama-sama baik sebagai yang melakukan atau turut serta melakukan," kata jaksa penuntut umum Melur Kimaharandika saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019).

Baca juga: Empat Pengeroyok Suporter Persija Haringga Sirla Divonis 3 hingga 4 Tahun

Uraian surat dakwaan tersebut menceritakan kronologi pengeroyokan, yakni sebelum terjadi pengeroyokan, sempat terjadi aksi sweeping yang dilakukan oknum bobotoh untuk mencari pendukung Persija yang datang ke GBLA.

Sampai akhirnya, korban yang terkena sweeping dan ditemukan identitas korban yang merupakan pendukung Persija Jakarta. Menemukan hal itu, salah satu oknum bobotoh naik ke kotak dan mengumumkan temuan tersebut.

"Setelah itu, banyak bobotoh yang menghampiri korban dan secara membabi buta mulai memukul, menendang, menginjak-injak, baik menggunakan tangan kosong maupun dengan alat berupa batu atau balok," tutur dia.

Terdakwa yang saat itu berada di tempat kejadian perkara (TKP) melihat dan mendengar keributan. Mereka kemudian menghampiri dan ikut melakukan pengeroyokan.

"Bahwa terdakwa mengetahui dan menyadari jika perbuatan yang mereka lakukan dengan memukul dan melempar korban berkali-kali baik dengan tangan kosong maupun menggunakan alat dapat menyebabkan korban mengalami luka-luka bahkan meninggal dunia," tutur dia.

Akibat kekerasan yang dilakukan terdakwa secara bersama-sama, korban Haringga Sirla meninggal dunia di tempat dengan luka pada kepala, memar di wajah, patah tulang hidung dan tulang leher, hingga memar otak.

"Perbuatan para terdakwa diancam pidana dalam Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP," ucap Jaksa.

Baca juga: Hakim PN Bandung Vonis Bebas Satu Pengeroyok Suporter Persija Haringga Sirla

Sementara itu, pengacara para terdakwa, Dadang Sukmawijaya mengatakan, pihaknya tidak akan mengajukan eksepsi terhadap dakwaan itu.

"Kami tidak mengajukan eksepsi terhadap isi dakwaan itu karena di sisi lain terdakwa juga pro aktif untuk itu, nanti kita bongkar semua berkaitan kasus ini, kita ikuti kasusnya dan akan disampaikan di pembelaan nanti," kata Dadang.

Kuasa hukum terdakwa Joko Susilo dan Cepi, Didik Sumaryanto, mengatakan, kliennya juga tidak akan mengajukan eksepsi terhadap isi dakwaan tersebut.

"Joko memang ada di situ, namun dalam bukti yang ada tak menujukkan apa yang Joko lakukan. Pada saat itu hanya ingin menyelamatkan seseorang," kata dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mencuri Sawit untuk Beli Beras, Seorang Ibu Divonis 7 Hari Penjara

Mencuri Sawit untuk Beli Beras, Seorang Ibu Divonis 7 Hari Penjara

Regional
Disuruh Jaga Posko Covid-19, PNS Pemkot Surabaya Malah Nyabu di Hotel

Disuruh Jaga Posko Covid-19, PNS Pemkot Surabaya Malah Nyabu di Hotel

Regional
Masjid di Palembang Mulai Diizinkan Gelar Shalat Jumat Berjemaah

Masjid di Palembang Mulai Diizinkan Gelar Shalat Jumat Berjemaah

Regional
Hakim Vonis Mati 4 Pengedar Sabu Seberat 41 Kg di Kaltim

Hakim Vonis Mati 4 Pengedar Sabu Seberat 41 Kg di Kaltim

Regional
Tak Masuk Wilayah Prioritas Penerapan New Normal, Ini Penjelasan Gubernur Bali

Tak Masuk Wilayah Prioritas Penerapan New Normal, Ini Penjelasan Gubernur Bali

Regional
Surabaya Jadi Zona Hitam, Pemkot: Setelah Itu Dikasih Warna Apa Lagi?

Surabaya Jadi Zona Hitam, Pemkot: Setelah Itu Dikasih Warna Apa Lagi?

Regional
Truk Tabrak Tronton di Tol, Sopir Tewas

Truk Tabrak Tronton di Tol, Sopir Tewas

Regional
Belum Putuskan Tahun Ajaran Baru, Surabaya Tunggu Pedoman Resmi Kemendikbud

Belum Putuskan Tahun Ajaran Baru, Surabaya Tunggu Pedoman Resmi Kemendikbud

Regional
Pemkot Banjarmasin Persiapkan 5 Fase Sebelum Terapkan 'New Normal'

Pemkot Banjarmasin Persiapkan 5 Fase Sebelum Terapkan "New Normal"

Regional
Banyak Beredar Hoaks Corona, Gubernur Maluku Imbau Warga Tak Lengah

Banyak Beredar Hoaks Corona, Gubernur Maluku Imbau Warga Tak Lengah

Regional
Rumah Rusak Tertimpa Longsor di Cianjur, Puluhan Warga Mengungsi

Rumah Rusak Tertimpa Longsor di Cianjur, Puluhan Warga Mengungsi

Regional
Bisa Lolos Razia, Ternyata Pedagang Miras Ini Punya Bunker di Bawah Kasur

Bisa Lolos Razia, Ternyata Pedagang Miras Ini Punya Bunker di Bawah Kasur

Regional
Banting Botol Bir di Pendopo Kabupaten, Anggota DPRD Tulungagung yang Ngamuk Diduga Sempat Minum Miras

Banting Botol Bir di Pendopo Kabupaten, Anggota DPRD Tulungagung yang Ngamuk Diduga Sempat Minum Miras

Regional
Bantah Dakwaan KPK, Bupati Nonaktif Sidoarjo: OTT Apa? Uangnya Dibawa Orang Lain

Bantah Dakwaan KPK, Bupati Nonaktif Sidoarjo: OTT Apa? Uangnya Dibawa Orang Lain

Regional
7 ODGJ Dinyatakan Positif Terinfeksi Covid-19 di RSJ Menur Surabaya

7 ODGJ Dinyatakan Positif Terinfeksi Covid-19 di RSJ Menur Surabaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X