BMKG: Musim Hujan di Jawa Barat Masih Berlangsung hingga Maret

Kompas.com - 12/01/2019, 15:37 WIB
  Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (kiri) saat meninjau lokasi longsor di Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (11/1/2019).KOMPAS.com/BUDIYANTO Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (kiri) saat meninjau lokasi longsor di Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (11/1/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) menyebutkan, puncak musim hujan di daerah Jawa Barat masih akan berlangsung hingga akhir Januari.

Sementara, musim hujan masih akan berlangsung hingga Maret mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati kepada wartawan di sela kunjungan kerjanya di lokasi longsor Perbukitan Gunung Sorandil, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (11/1/2019).

“Untuk wilayah Jawa Barat musim hujan hingga Maret mendatang. Bila ada perkembangan kami akan informasikan kembali," ujar Dwikorita.


Menurut dia, dengan kondisi curah hujan seperti sekarang, maka besar kemungkinan terjadinya longsor susulan.

Dia mengingatkan, sebaiknya masyarakat tetap waspada dan menjauhi daerah-daerah yang rawan longsor.

"Terlebih daerah ini memiliki kemiringan lereng yang terjal," kata dia.

Dwikorita menjelaskan, BMKG bersinergi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memberikan informasi peringatan dini.

"Kami akan memberikan peringatan dini enam sampai tiga hari sebelum cuaca ekstrem dan segera kami kirimkan kepada BPBD setempat agar mengondisikan warga dalam waktu enam hingga tiga hari," kata Dwikorita.

Dengan demikian, ia meminta perhatian serius dari pemerintah daerah setempat agar lebih tanggap dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di wilayahnya.

Kunjungan kerja bersama ke lokasi longsor Cisolok ini diikuti Kepala BNPB yang baru dilantik, Letjen TNI Doni Monardo, dan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani.

Bencana tanah longsor yang menimbun permukiman Kampung Garehong berdampak pada rusaknya sebanyak 29 rumah dihuni 30 kepala keluarga berjumlah 100 jiwa.

Akibat bencana yang terjadi pada akhir 2018 ini mengakibatkan 33 orang diduga hilang tertimbun yang di antaranya 32 korban ditemukan, 1 korban tidak ditemukan, 64 orang berhasil selamat, dan 3 orang cedera berat yang sempat dirawat di RSUD Palabuhanratu.

Diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (31/12/2018) petang.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18:00 Wib (sebelumnya ditulis 17:00 Wib) di Kampung Garehong, Kadusunan Cimapag, Desa Sirnaresmi.

Akibat longsor yang terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Sukabumi, dilaporkan sementara puluhan rumah tertimbun.


Terkini Lainnya

Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Internasional
Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Megapolitan
Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni  Rp 15 Juta

Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni Rp 15 Juta

Regional
500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

Regional
Bantu Napi Bawa Telepon Genggam ke Penjara, Petugas Bisa Dipecat

Bantu Napi Bawa Telepon Genggam ke Penjara, Petugas Bisa Dipecat

Megapolitan
Jokowi Tak Hadir, Lelang Motor Chopperland hingga Gitar untuk Dana Kampanye Dibatalkan

Jokowi Tak Hadir, Lelang Motor Chopperland hingga Gitar untuk Dana Kampanye Dibatalkan

Regional
Intelijen Turki Ikut Selidiki Motif Penembakan di Trem Utrecht

Intelijen Turki Ikut Selidiki Motif Penembakan di Trem Utrecht

Internasional
Menanti Putusan Sela Majelis Hakim dalam Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet, Hari Ini

Menanti Putusan Sela Majelis Hakim dalam Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet, Hari Ini

Megapolitan
Waspada Hujan Petir Disertai Angin Kencang di Jakbar, Jaksel, dan Jaktim

Waspada Hujan Petir Disertai Angin Kencang di Jakbar, Jaksel, dan Jaktim

Megapolitan
[BERITA POPULER] Survei SMRC: Prabowo-Sandiaga 31,8 Persen | Ma'ruf Amin Kritik Sandiaga

[BERITA POPULER] Survei SMRC: Prabowo-Sandiaga 31,8 Persen | Ma'ruf Amin Kritik Sandiaga

Nasional
Polisi Belanda Tahan Pria Terduga Pelaku Penembakan di Trem Utrecht

Polisi Belanda Tahan Pria Terduga Pelaku Penembakan di Trem Utrecht

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Keluarga Pelaku Teror Selandia Baru | Kotak Hitam Boeing 737 MAX 8

[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Keluarga Pelaku Teror Selandia Baru | Kotak Hitam Boeing 737 MAX 8

Internasional
Target Penumpang MRT Baru Akan Terealisasi di Tahun Keempat Operasi

Target Penumpang MRT Baru Akan Terealisasi di Tahun Keempat Operasi

Megapolitan
MRT Siapkan Park and Ride dan Titik Penjemputan Ojek Online

MRT Siapkan Park and Ride dan Titik Penjemputan Ojek Online

Megapolitan
Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Regional

Close Ads X