Belum Punya E-KTP, 6.065 Warga Luwu Terancam Tak Bisa Ikut Pemilu 2019

Kompas.com - 12/01/2019, 10:02 WIB
Petugas memindai iris mata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi untuk mencari data e-KTP miliknya di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2012). Mendagri menyatakan telah berhasil memenuhi target perekaman e-KTP dengan target 172.015.400 wajib KTP lebih cepat 55 hari daripada tenggat waktu yang ditentukan yaitu 31 Desember 2012.

KOMPAS/RIZA FATHONI Petugas memindai iris mata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi untuk mencari data e-KTP miliknya di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2012). Mendagri menyatakan telah berhasil memenuhi target perekaman e-KTP dengan target 172.015.400 wajib KTP lebih cepat 55 hari daripada tenggat waktu yang ditentukan yaitu 31 Desember 2012.

LUWU, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu) Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menemukan sebanyak 6.065 warga di kabupaten Luwu belum melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP).

Ketua Bawaslu Luwu, Abdul Latif Idris, mengatakan bahwa temuan tersebut berdasarkan data KPU Luwu.

“Sesuai data KPU Luwu, masih ada 6.065 warga yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Kami sudah melakukan koordinasi dengan KPU untuk mendorong hal ini,” kata , Abdul, Sabtu (12/1/2019).

Baca juga: Ratusan Orang Belum Rekam e-KTP di Jakpus, Dukcapil Sebut karena Cuek


Selain itu, Bawaslu Luwu juga melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kependudukan dan catatan Sipil (Disdukcapil) untuk memastikan hal ini.

"Kami sudah layangkan surat ke Disdukcapil Luwu untuk memastikan hal, dan persoalan tersebut harus tuntas hingga 17 April mendatang," jelasnya.

"Karena jika hingga 17 April mendatang warga tersebut belum melakukan perekaman, maka 6.065 warga tersebut akan kehilangan hak pilih pada Pemilu 2019, dimana, syarat untuk menyalurkan hak pilih salah satunya adalah ber KTP elektronik,” Abdul melanjutkan.

Baca juga: Kejar Perekaman E-KTP 100 Persen, Mendagri Imbau Masyarakat Proaktif

Ketua KPU Luwu Hasan Sufyan mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali berkoordinasi dengan Disdukcapil terkait permasalahan tersebut.

“Kami sudah dorong di Disdukcapil Luwu agar segera melakukan penjemputan bola atau perekaman eKTP, khususnya pemilih pemula, dan kami harap pihak Disdukcapil segera melaksanakan rekomendasi tersebut,” ucapnya.

Baca juga: Ketua DPR Sarankan Kemendagri Buka Layanan Perekaman E-KTP di Keramaian

Kepala Dusdukcapil Luwu, Hasman Revo Jano saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan perekaman e-KTP.

“Terkait temuan tersebut kami di Disdukcapil Luwu tetap melakukan perekaman data e-KTP, dan prosesnya tetap berlangsung seperti biasanya, tentang data tersebut kami tetap melakukan rekomendasi, nanti akan kami lakukan kembali pencocokan data,” tuturnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Tim DVI Kembali Identifikasi 4 Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Tim DVI Kembali Identifikasi 4 Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Regional
Melawan Manifesto Kebencian

Melawan Manifesto Kebencian

Internasional
Sepakat Berdamai, Siswa SMA Peluk Kepala Sekolah yang Dianiayanya

Sepakat Berdamai, Siswa SMA Peluk Kepala Sekolah yang Dianiayanya

Regional
Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Internasional
Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Megapolitan
Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni  Rp 15 Juta

Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni Rp 15 Juta

Regional
500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

Regional
Bantu Napi Bawa Telepon Genggam ke Penjara, Petugas Bisa Dipecat

Bantu Napi Bawa Telepon Genggam ke Penjara, Petugas Bisa Dipecat

Megapolitan
Jokowi Tak Hadir, Lelang Motor Chopperland hingga Gitar untuk Dana Kampanye Dibatalkan

Jokowi Tak Hadir, Lelang Motor Chopperland hingga Gitar untuk Dana Kampanye Dibatalkan

Regional
Intelijen Turki Ikut Selidiki Motif Penembakan di Trem Utrecht

Intelijen Turki Ikut Selidiki Motif Penembakan di Trem Utrecht

Internasional
Menanti Putusan Sela Majelis Hakim dalam Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet, Hari Ini

Menanti Putusan Sela Majelis Hakim dalam Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet, Hari Ini

Megapolitan
Waspada Hujan Petir Disertai Angin Kencang di Jakbar, Jaksel, dan Jaktim

Waspada Hujan Petir Disertai Angin Kencang di Jakbar, Jaksel, dan Jaktim

Megapolitan
[BERITA POPULER] Survei SMRC: Prabowo-Sandiaga 31,8 Persen | Ma'ruf Amin Kritik Sandiaga

[BERITA POPULER] Survei SMRC: Prabowo-Sandiaga 31,8 Persen | Ma'ruf Amin Kritik Sandiaga

Nasional
Polisi Belanda Tahan Pria Terduga Pelaku Penembakan di Trem Utrecht

Polisi Belanda Tahan Pria Terduga Pelaku Penembakan di Trem Utrecht

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Keluarga Pelaku Teror Selandia Baru | Kotak Hitam Boeing 737 MAX 8

[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Keluarga Pelaku Teror Selandia Baru | Kotak Hitam Boeing 737 MAX 8

Internasional

Close Ads X