Lagi, Longsor Menimbun Jembatan Kembar Parapat

Kompas.com - 11/01/2019, 18:51 WIB
Hamparan lumpur yang menimbun salah satu sisi jembatan kembar di Parapat, Kabupaten Simalungun. Jumat (11/1/2019) sore.KOMPAS.com/Tigor Munthe Hamparan lumpur yang menimbun salah satu sisi jembatan kembar di Parapat, Kabupaten Simalungun. Jumat (11/1/2019) sore.


SIMALUNGUN, KOMPAS.com - Longsor dari Bukit Hulu Bangun Dolok kembali menimpa Jembatan Kembar di Parapat, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Jumat (11/1/2019).

Satu jembatan tertimbun material lumpur setinggi pinggang orang dewasa. Satunya lagi yang dekat ke bibir jurang, masih bisa digunakan untuk jalur lalu lintas.

Camat Parapat, Boas Damanik mengatakan, longsor susulan itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Meski begitu, jembatan sebelah kiri jika dari arah Parapat menuju Pematangsiantar masih tetap bisa dilalui.

Baca juga: Tak Hanya Logistik, Donasi Korban Longsor di Sukabumi Sebaiknya Juga Uang

"Arus lalu lintas masih berjalan, meski sistem buka tutup," kata Boas.

Dia mengatakan, belum ada upaya pembersihan material lumpur karena petugas kebetulan sedang berlibur. Hanya saja, peralatan tetap standby.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Simalungun, AKP Hendri Barus mengatakan, longsor terjadi di lokasi yang sama seperti beberapa waktu lalu.

"Satu ruas jembatan tertutup timbunan tanah longsor," sebut dia.

Pihaknya bersama dengan Kepala Polsek Parapat, AKP Bambang Priyatno, personel dan unsur pejabat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, turun ke lokasi longsor.

Baca juga: Longsor Timbun Jembatan Kembar di Parapat, Lalu Lintas ke Pematangsiantar Putus

"Meski begitu, situasi arus lalu lintas berjalan lancar dan dilakukan buka tutup sehubungan dengan hanya satu jembatan yang dapat digunakan," kata dia.

Dia memastikan, dari peristiwa bencana longsor tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, dia mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati bila melintasi jembatan tersebut. 


Terkini Lainnya

Saksi: Ratna Sarumpaet Dirawat 4 Hari Saat Jalani Operasi Wajah

Saksi: Ratna Sarumpaet Dirawat 4 Hari Saat Jalani Operasi Wajah

Megapolitan
KM Awu Terbakar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

KM Awu Terbakar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Regional
Ini Tarif Baru Ojek Online di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua Per Mei 2019

Ini Tarif Baru Ojek Online di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua Per Mei 2019

Regional
Saksi Sebut Dahnil Anzar dan Fadli Zon Penyebar Informasi Pertama Ratna Sarumpaet Dianiaya

Saksi Sebut Dahnil Anzar dan Fadli Zon Penyebar Informasi Pertama Ratna Sarumpaet Dianiaya

Megapolitan
2 Lansia yang Ditemukan Kelaparan di Hutan Ini Menangis Haru Dapat Rumah Baru

2 Lansia yang Ditemukan Kelaparan di Hutan Ini Menangis Haru Dapat Rumah Baru

Regional
Kartu MRT Jakarta Bakal Mulai Dijual pada 1 April

Kartu MRT Jakarta Bakal Mulai Dijual pada 1 April

Megapolitan
Diperiksa, Kondisi Kejiwaan Dosen UNM Pembunuh Wanita dengan Seat Belt

Diperiksa, Kondisi Kejiwaan Dosen UNM Pembunuh Wanita dengan Seat Belt

Regional
Pemprov Sulut Berharap Bansos Pangan Tahun Ini Lebih Tepat Sasaran

Pemprov Sulut Berharap Bansos Pangan Tahun Ini Lebih Tepat Sasaran

Regional
Ratna Sarumpaet Bayar Biaya Operasi Wajah Rp 90 Juta dengan Kartu Debit

Ratna Sarumpaet Bayar Biaya Operasi Wajah Rp 90 Juta dengan Kartu Debit

Megapolitan
Mahathir Kecewa dengan Komentar dari Putri Anwar Ibrahim

Mahathir Kecewa dengan Komentar dari Putri Anwar Ibrahim

Internasional
Selama 3 Tahun, 6 Harimau di Bengkulu Mati Jadi Korban Perburuan

Selama 3 Tahun, 6 Harimau di Bengkulu Mati Jadi Korban Perburuan

Regional
JPU Putar Rekaman CCTV Milik RS Bina Estetika di Sidang Ratna Sarumpaet

JPU Putar Rekaman CCTV Milik RS Bina Estetika di Sidang Ratna Sarumpaet

Megapolitan
6 Fakta Kampanye Prabowo di Merauke, dari Pesan Orangtua hingga Beri Baju Safari

6 Fakta Kampanye Prabowo di Merauke, dari Pesan Orangtua hingga Beri Baju Safari

Nasional
Inalum Ajak Petani Sumatera Utara Budidayakan Buah Naga

Inalum Ajak Petani Sumatera Utara Budidayakan Buah Naga

BrandzView
Kronologi Dosen UNM Bunuh Wanita Rekan Kerjanya dengan 'Seat Belt'

Kronologi Dosen UNM Bunuh Wanita Rekan Kerjanya dengan "Seat Belt"

Regional

Close Ads X