Segera Lapor jika Temukan Sarang Tawon Vespa yang Sengatannya Mematikan

Kompas.com - 11/01/2019, 17:01 WIB
Tawon Vespa affinisJudy Gallagher via Wikimedia Commons Tawon Vespa affinis

KLATEN, KOMPAS.com - Warga di Klaten, Jawa Tengah, diminta segera melapor jika menemukan sarang tawon Vespa affinis yang sengatannya mematikan. 

Ratusan sarang dimusnahkan menyusul tewasnya tujuh warga karena disengat tawon yang kerap disebut tawon endhas oleh warga setempat ini.

Koordinator Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten Nur Khodik mengatakan, biasanya sarang ditemukan di pohon, batu, lemari dan atap rumah. Diameter sarang tawon Vespa affinis bisa mencapai sekitar 2 meter.

"Evakuasi biasanya kami lakukan setelah maghrib sekitar pukul 18.00 WIB karena (pada waktu itu), tawon ini tidak terlalu agresif sehingga tidak membahayakan yang mengevakuasi," ujar Khodik saat dikonfirmasi, Jumat (11/1/2019).

Baca juga: Berbahaya, Sengatan Tawon Vespa Sebabkan 7 Orang Meninggal di Klaten

Dia melaporkan, pada tahun 2017, sebanyak 217 sarang dimusnahkan. Selanjutnya, 207 sarang pada tahun 2018.

Sementara itu, pada awal tahun ini saja, lanjut dia, sudah 18 sarang tawon Vespa affinis dimusnahkan dan 22 sarang lainnya dalam antrean.

" Sarang tawon ini ada yang kami musnahkan dengan cara dibakar dan menggunakan zat. Kami sesuaikan medannya di mana sarang tawon itu berada," tambahnya.

Baca juga: Ratusan Sarang Tawon Vespa Dimusnahkan setelah 7 Orang Tewas Disengat

Sebelumnya diberitakan, sengatan tawon jenis Vespa affinis dilaporkan telah menyebabkan 7 warga di Kabupaten Klaten meninggal dunia sepanjang 2017-2018.

Sengatan tawon Vespa affinis dilaporkan dapat menyebabkan kematian pada seseorang jika korban tidak segera ditangani dalam 1 x 24 jam setelah kejadian.

"Tawon ini sangat berbahaya. Sudah ada 7 warga yang meninggal karena sengatan tawon Vespa affinis. Dua warga pada tahun 2017 dan 5 orang warga tahun 2018," katanya.

Baca juga: Mengenal Tawon Ndas yang Tewaskan 7 Orang di Klaten


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Saksi Sebut Dahnil Anzar dan Fadli Zon Penyebar Informasi Pertama Ratna Sarumpaet Dianiaya

Saksi Sebut Dahnil Anzar dan Fadli Zon Penyebar Informasi Pertama Ratna Sarumpaet Dianiaya

Megapolitan
2 Lansia yang Ditemukan Kelaparan di Hutan Ini Menangis Haru Dapat Rumah Baru

2 Lansia yang Ditemukan Kelaparan di Hutan Ini Menangis Haru Dapat Rumah Baru

Regional
Kartu MRT Jakarta Bakal Mulai Dijual pada 1 April

Kartu MRT Jakarta Bakal Mulai Dijual pada 1 April

Megapolitan
Diperiksa, Kondisi Kejiwaan Dosen UNM Pembunuh Wanita dengan Seat Belt

Diperiksa, Kondisi Kejiwaan Dosen UNM Pembunuh Wanita dengan Seat Belt

Regional
Pemprov Sulut Berharap Bansos Pangan Tahun Ini Lebih Tepat Sasaran

Pemprov Sulut Berharap Bansos Pangan Tahun Ini Lebih Tepat Sasaran

Regional
Ratna Sarumpaet Bayar Biaya Operasi Wajah Rp 90 Juta dengan Kartu Debit

Ratna Sarumpaet Bayar Biaya Operasi Wajah Rp 90 Juta dengan Kartu Debit

Megapolitan
Mahathir Kecewa dengan Komentar dari Putri Anwar Ibrahim

Mahathir Kecewa dengan Komentar dari Putri Anwar Ibrahim

Internasional
Selama 3 Tahun, 6 Harimau di Bengkulu Mati Jadi Korban Perburuan

Selama 3 Tahun, 6 Harimau di Bengkulu Mati Jadi Korban Perburuan

Regional
JPU Putar Rekaman CCTV Milik RS Bina Estetika di Sidang Ratna Sarumpaet

JPU Putar Rekaman CCTV Milik RS Bina Estetika di Sidang Ratna Sarumpaet

Megapolitan
6 Fakta Kampanye Prabowo di Merauke, dari Pesan Orangtua hingga Beri Baju Safari

6 Fakta Kampanye Prabowo di Merauke, dari Pesan Orangtua hingga Beri Baju Safari

Nasional
Inalum Ajak Petani Sumatera Utara Budidayakan Buah Naga

Inalum Ajak Petani Sumatera Utara Budidayakan Buah Naga

BrandzView
Kronologi Dosen UNM Bunuh Wanita Rekan Kerjanya dengan 'Seat Belt'

Kronologi Dosen UNM Bunuh Wanita Rekan Kerjanya dengan "Seat Belt"

Regional
BMKG: Warga Maluku Lakukan Evakuasi Mandiri, Jangan Tunggu Peringatan Dini Tsunami

BMKG: Warga Maluku Lakukan Evakuasi Mandiri, Jangan Tunggu Peringatan Dini Tsunami

Regional
CPNS Mundur Setelah Lolos Seleksi, Alasannya Tempat Tugas Terlalu Jauh

CPNS Mundur Setelah Lolos Seleksi, Alasannya Tempat Tugas Terlalu Jauh

Regional
Lagi, Murid 'Bullying' Gurunya Sendiri di Jakarta

Lagi, Murid "Bullying" Gurunya Sendiri di Jakarta

Megapolitan

Close Ads X