Ratusan Sarang Tawon Vespa Dimusnahkan setelah 7 Orang Tewas Disengat - Kompas.com

Ratusan Sarang Tawon Vespa Dimusnahkan setelah 7 Orang Tewas Disengat

Kompas.com - 11/01/2019, 16:24 WIB
Tawon Vespa affinisJudy Gallagher via Wikimedia Commons Tawon Vespa affinis

KLATEN, KOMPAS.com - Sengatan tawon jenis Vespa affinis, warga lokal menyebutnya sebagai tawon endhas, dilaporkan telah menyebabkan 7 warga di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meninggal dunia sepanjang 2017-2018.

Koordinator Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten Nur Khodik mengatakan, ratusan sarang tawon Vespa affinis sudah dimusnahkan menyusul peristiwa yang meresahkan warga ini. Pada tahun 2017, ada sebanyak 217 sarang yang dimusnahkan. Selanjutnya, 207 sarang pada tahun 2018.

Pada awal tahun ini saja, lanjut dia, sudah 18 sarang tawon Vespa affinis dimusnahkan dan 22 sarang lainnya dalam antrean.

"Sarang tawon ini ada yang kami musnahkan dengan cara dibakar dan menggunakan zat. Kami sesuaikan medannya di mana sarang tawon itu berada," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (11/1/2019).


Baca juga: Berbahaya, Sengatan Tawon Vespa Sebabkan 7 Orang Meninggal di Klaten

Diameter sarang tawon Vespa affinis bisa mencapai sekitar 2 meter. Biasanya sarang tersebut terdapat di pohon, batu, lemari dan atap rumah.

Sengatan tawon Vespa affinis dilaporkan dapat menyebabkan kematian pada seseorang jika korban tidak segera ditangani dalam 1 x 24 jam setelah kejadian.

"Tawon ini sangat berbahaya. Sudah ada 7 warga yang meninggal karena sengatan tawon Vespa affinis. Dua warga pada tahun 2017 dan 5 orang warga tahun 2018," katanya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Bujuk PKL Mau Direlokasi, Pengelola Pasar Baru Bekasi Gratiskan Biaya Sewa Kios 6 Bulan

Bujuk PKL Mau Direlokasi, Pengelola Pasar Baru Bekasi Gratiskan Biaya Sewa Kios 6 Bulan

Megapolitan
Polisi Sebut Truk Pasir Kelebihan Tonase Pemicu Kecelakaan di Tasikmalaya

Polisi Sebut Truk Pasir Kelebihan Tonase Pemicu Kecelakaan di Tasikmalaya

Regional
Polisi Targetkan Korban Kecelakaan Lalu Lintas dari Kaum Milenial Berkurang hingga 30 Persen

Polisi Targetkan Korban Kecelakaan Lalu Lintas dari Kaum Milenial Berkurang hingga 30 Persen

Megapolitan
Ingin Segera Akhiri 'Shutdown', Ini Tawaran Trump kepada Kongres

Ingin Segera Akhiri "Shutdown", Ini Tawaran Trump kepada Kongres

Internasional
Nah Ini Dia, 8 'Zona Nyaman' Pendidikan Belanda bagi Pelajar Indonesia

Nah Ini Dia, 8 "Zona Nyaman" Pendidikan Belanda bagi Pelajar Indonesia

Edukasi
Kedapatan Transaksi Sabu, Seorang Kepala Desa di Kabupaten Serang Ditangkap Polisi

Kedapatan Transaksi Sabu, Seorang Kepala Desa di Kabupaten Serang Ditangkap Polisi

Regional
Polisi: 55 Persen Korban Kecelakaan adalah Kaum Milenial

Polisi: 55 Persen Korban Kecelakaan adalah Kaum Milenial

Megapolitan
Bandara NYIA Kulon Progo Buka Peluang Rute Penerbangan Asia dan Timur Tengah

Bandara NYIA Kulon Progo Buka Peluang Rute Penerbangan Asia dan Timur Tengah

Regional
Beasiswa S1 di 14 Universitas dari Bazma Pertamina

Beasiswa S1 di 14 Universitas dari Bazma Pertamina

Edukasi
54 Persen Anak Masih Konsumtif dalam Penggunaan Uang

54 Persen Anak Masih Konsumtif dalam Penggunaan Uang

Edukasi
Menghidupkan Kembali Tenun Khas Tidore yang Punah Ratusan Tahun Silam

Menghidupkan Kembali Tenun Khas Tidore yang Punah Ratusan Tahun Silam

Regional
Menteri Jonan dan Cerita Becak UGM yang Memuliakan Penariknya

Menteri Jonan dan Cerita Becak UGM yang Memuliakan Penariknya

Edukasi
Mengintip Keseruan 'Holland Scholarship Day (HSD) 2019'

Mengintip Keseruan "Holland Scholarship Day (HSD) 2019"

Edukasi
Membangun Kesempatan Anak untuk 'Sibuk Main'

Membangun Kesempatan Anak untuk "Sibuk Main"

Edukasi
Fakta Penangkapan 4 Mucikari Prostitusi 'Online' Artis VA, 1 Pelaku Tak Ditahan karena Hamil

Fakta Penangkapan 4 Mucikari Prostitusi "Online" Artis VA, 1 Pelaku Tak Ditahan karena Hamil

Regional

Close Ads X