Wali Kota Tasikmalaya Geram, Perintahkan Satpol PP Hentikan Galian C Ilegal - Kompas.com

Wali Kota Tasikmalaya Geram, Perintahkan Satpol PP Hentikan Galian C Ilegal

Kompas.com - 11/01/2019, 06:17 WIB
Salah satu lokasi galian pasir di kawasan bukit Jalan Mangkubumi-Indihiang (Mangin) Kota Tasikmalaya yang hampir rata, Senin (3/12/2018)KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHA Salah satu lokasi galian pasir di kawasan bukit Jalan Mangkubumi-Indihiang (Mangin) Kota Tasikmalaya yang hampir rata, Senin (3/12/2018)

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, mengaku geram dengan maraknya kembali aktivitas galian pasir ilegal di Kecamatan Mangkubumi dan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Pihaknya langsung memerintahkan Sekretaris Daerah untuk menghentikan puluhan titik galian pasir tanpa izin melalui Dinas Polisi Pamong Praja (Pol PP) setempat.

"Begini, kami akan langsung memerintahkan Pak Sekda untuk segera kepada Sat Pol PP turun ke lapangan. Cek izinnya, jika tak punya langsung berhentikan galian pasirnya," ungkap Budi, saat dimintai keterangan, Kamis (10/1/2019).

Budi menyadari bahwa kewenangan izin galian pasir di daerah seluruhnya dikeluarkan oleh pihak Provinsi Jawa Barat.

Namun, melihat kondisi di lapangan bukit semakin habis dan tak ada resapan air, akan mudah terjadi bencana kekeringan serta menganggu hajat hidup orang banyak.

"Teknisnya nanti, kami periksa izin-izinnya galian C itu ada tidak. Kalau tidak ada, kami langsung stop hari itu juga," tambah Budi.

Baca juga: Tasikmalaya Tak Miliki Zona Pertambangan, tapi Galian C Bebas Beroperasi

Dia menambahkan, jika pengeluaran izin galian C masih kewenangan pemerintah daerah kota/kabupaten, tentunya galian pasir tanpa izin tersebut tak akan menjamur seperti sekarang.

Meski kewenangan izin sudah beralih ke provinsi, pihaknya akan melakukan penertiban dengan dasar terganggunya lingkungan yang merugikan masyarakat.

"Kalau dulu oleh kota, sekarang kan provinsi. Tapi, kalau sudah menganggu fungsi alam jadi rusak, kami harus hentikan," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, dari puluhan galian pasir yang beroperasi di dua kecamatan itu, menurut Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, hanya ada dua perusahaan galian pasir yang berizin di wilayah Kota Tasikmalaya.

Sisanya, hampir dua puluhan titik galian pasir yang selama ini beroperasi di Kecamatan Mangkubumi dan Bungursari, Kota Tasikmalaya, tak memiliki izin alias ilegal.

"Yang sudah memiliki izin galian pasir di Kota Tasikmalaya itu hanya dua perusahaan. Yakni PT Trimukti milik Haji Aa, dan PT Sukses Jaya Mandiri Perkasa milik Hendra Wijaya alias Akiong. Sisanya yang sekarang beroperasi ada sampai dua puluhan lebih itu ilegal," jelas Budhi Kurniawan, petugas Teknis Seksi Pertambangan Air Tanah Cabang Dinas Wilayah VI ESDM Provinsi Jawa Barat, Rabu (9/1/2019).

Budhi menambahkan, dari dua perusahaan galian pasir ilegal yang baru saja mendapatkan izin resmi yakni PT Sukses Jaya Mandiri Perkasa milik Akiong, pada akhir tahun 2018 kemarin.

Perusahaan ini sebelumnya sempat terjaring razia gabungan oleh Polda Jawa Barat, karena beroperasi menggali pasir secara ilegal tanpa izin di wilayah Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya pada tahun 2017 lalu.

"Akiong perusahaannya baru dapat izin galian pasir Desember tahun kemarin. Makanya lama hampir setahun berhenti dia untuk ngurus izin. Perusahaannya terjaring oleh Polda Jabar saat razia tambang pasir ilegal," tambah Budhi. 


Terkini Lainnya

Bawaslu Bengkulu Panggil 2 Bupati Usai Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'aruf

Bawaslu Bengkulu Panggil 2 Bupati Usai Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'aruf

Regional
Fadli Zon: Masak Menko Polhukam Koreksi Presiden, Bagaimana Ceritanya?

Fadli Zon: Masak Menko Polhukam Koreksi Presiden, Bagaimana Ceritanya?

Nasional
Eni Anggap Uang Kotjo untuk Munaslub Golkar dari Sumber yang Halal

Eni Anggap Uang Kotjo untuk Munaslub Golkar dari Sumber yang Halal

Nasional
5 Fakta Kecelakaan Kapal Motor di Sungai Kapuas, 4 Masih Hilang hingga Arus Deras Jadi Kendala

5 Fakta Kecelakaan Kapal Motor di Sungai Kapuas, 4 Masih Hilang hingga Arus Deras Jadi Kendala

Regional
Petani Buang Buah Naga Merah ke Sungai karena Harganya Murah

Petani Buang Buah Naga Merah ke Sungai karena Harganya Murah

Regional
Otoritas Meksiko Selidiki Dugaan Kelalaian dalam Insiden Ledakan Pipa Minyak Ilegal

Otoritas Meksiko Selidiki Dugaan Kelalaian dalam Insiden Ledakan Pipa Minyak Ilegal

Internasional
Pendaki Wanita Berjuluk 'Bikini Hiker' Tewas Membeku di Taiwan

Pendaki Wanita Berjuluk "Bikini Hiker" Tewas Membeku di Taiwan

Internasional
Fadli Zon Sarankan KPU Cari Moderator Debat dari Kalangan Akademisi

Fadli Zon Sarankan KPU Cari Moderator Debat dari Kalangan Akademisi

Nasional
Keluarga Berharap Baasyir Dibebaskan Sesuai Keputusan Awal Jokowi

Keluarga Berharap Baasyir Dibebaskan Sesuai Keputusan Awal Jokowi

Nasional
Tunangan Selesaikan Masalah Utang, Pernikahan Putri Mako Bisa Digelar

Tunangan Selesaikan Masalah Utang, Pernikahan Putri Mako Bisa Digelar

Internasional
Temui Presiden Jokowi, Empat Bupati di Maluku Utara Minta Bangun Bandara dan Pelabuhan

Temui Presiden Jokowi, Empat Bupati di Maluku Utara Minta Bangun Bandara dan Pelabuhan

Nasional
Pengelola Pasar Baru Bekasi Pastikan Tempatnya Layak untuk Berjualan

Pengelola Pasar Baru Bekasi Pastikan Tempatnya Layak untuk Berjualan

Megapolitan
Selain Kapolda, Kapolres Jakpus, Jakut, dan Tangerang Kota Ikut Dirotasi

Selain Kapolda, Kapolres Jakpus, Jakut, dan Tangerang Kota Ikut Dirotasi

Megapolitan
BPN: Survei Membuktikan Masyarakat Ingin Perubahan Ekonomi

BPN: Survei Membuktikan Masyarakat Ingin Perubahan Ekonomi

Nasional
Yakin Menang 70 persen, Ma'ruf Amin Sebut Jatim Tinggal Pemantapan

Yakin Menang 70 persen, Ma'ruf Amin Sebut Jatim Tinggal Pemantapan

Regional

Close Ads X