6 Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswi di UGM, Rektor UGM Datangi Ombudsman hingga Wartawan Balairung Diperiksa Polisi

Kompas.com - 09/01/2019, 16:51 WIB
Kepala Ombudsman RI Perwakilan DIY Budhi Masthuri (belakang kiri) saat meminta penjelasan Rektor UGM Panut Mulyono KOMPAS.com / Wijaya KusumaKepala Ombudsman RI Perwakilan DIY Budhi Masthuri (belakang kiri) saat meminta penjelasan Rektor UGM Panut Mulyono

KOMPAS.com - Sempat mangkir, Rektor Universitas Gadjah Mada ( UGM) Panut Mulyono akhirnya memenuhi surat pemanggilan Ombudsman RI Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Panut datang bersama jajarannya di Kantor Ombudsman di Tegalrejo, DIY, pada hari Selasa (8/1/2019) pukul 09.45 WIB.

Selama pemeriksaan kurang lebih satu jam, Panut mendapat tujuh pertanyaan seputar prosedur penanganan kasus dugaan pelecehan seorang mahasiswi UGM. 

Sementara itu, Panut mempertimbangkan rekomendasi Komite Etik terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa salah satu mahasiswi UGM saat Kuliah Kerja Nyata di Pulau Seram tahun 2017 lalu.

Ini deretan fakta terkait kasus dugaan pelecehan seorang mahasiswi UGM saat KKN: 

1. Rektor UGM penuhi panggilan Ombudsman RI

Rektor UGM Panut Mulyono saat menemui wartawan usai memberikan penjelasan kepada Ombudsman RI perwakilan DIY KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Rektor UGM Panut Mulyono saat menemui wartawan usai memberikan penjelasan kepada Ombudsman RI perwakilan DIY

Rektor UGM Panut Mulyono tiba di kantor Ombudsman DIY di Jl Wolter Monginsidi Nomor 20, Karangwaru, Tegalrejo, Yogyakarta, sekitar pukul 09.45 WIB.

Tampak Panut datang bersama Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Paripurna P Sugarda, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Ika Dewi Ana, Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat Irfan Dwidya Prijambada dan Kepala Kantor Hukum dan Organisasi Aminoto.

Sekitar satu jam Panut dimintai konfirmasi terkait kasus dugaan asusila pada kegiatan kuliah kerja nyata (KKN). Pemeriksaan langsung dilakukan oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan DIY Budhi Masthuri.

"Kepala Ombudsman ingin menanyakan beberapa hal kepada rektor terkait dengan langkah-langkah yang telah dilakukan. Tadi kami sudah berdiskusi dan menjelaskan hal-hal yang ditanyakan oleh Pak Kepala ORI, ya alhamdulillah tadi sudah terjemahan dengan baik," kata Panut, Selasa.

Baca Juga: Rektor UGM Penuhi Panggilan Ombudsman soal Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

2. Panut: Tidak ada pertanyaan lambannya penanganan kasus

Rektor UGM Panut Mulyono dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurna saat jumpa pers.KOMPAS.com/ WIJAYA KUSUMA Rektor UGM Panut Mulyono dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurna saat jumpa pers.

Menurut Panut Mulyono, Ombudsman tidak menanyakan tentang penanganan kasus yang berlarut, tetapi hanya melengkapi kronologi penanganan saja.

"Tadi tidak ada pertanyaan berlarut, hanya mengisi kronologi saja. Tanggal-tanggal yang tadi pak kepala belum punya informasi tindakan apa di tanggal ini yang dilakukan oleh kami di dalam menangani kasus tersebut," tegasnya.

Seperti diketahui, Ombudsman RI perwakilan DIY telah melayangkan surat pemanggilan pertama untuk Rektor UGM pada 2 Januari 2019.

Pemanggilan ini guna meminta konfirmasi langsung kepada rektor terkait dugaan maladministrasi pada penanganan kasus pelecehan seksual di KKN UGM.

Baca Juga: Terlapor Dugaan Pelecehan Seksual di KKN UGM Pertanyakan Kapasitas Pelapor

3. Rektor UGM dicecar 7 pertanyaan dari Ombudsman

Kepala Ombudsman RI Perwakilan DIY Budhi Masthuri saat jumpa pers terkait keputusan pemanggilan kepada Rektor UGM KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Kepala Ombudsman RI Perwakilan DIY Budhi Masthuri saat jumpa pers terkait keputusan pemanggilan kepada Rektor UGM

Pertanyaan yang diajukan Ombudsman kepada Rektor UGM adalah seputar peran dan tugas rektor.

"Kami tadi mengajukan 7 pertanyaan, tidak banyak. Pertanyaannya seputar peran dan ketugasan rektor, tindak lanjut, langkah-langkah yang sudah dilakukan untuk merespons masalah tersebut," kata Budhi Masthuri.

Menurut Budhi, Panut menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Ombudsman dan menjelaskan dengan gamblang dan terbuka dari apa yang ditanyakan.

"Kami mengapresiasi, Pak Rektor sangat terbuka, memberikan informasi yang kita butuhkan, tidak ada yang ditutup-tutupi. Beberapa konfirmasi yang kita tanyakan dijawab dengan baik," beber dia.

Baca Juga: Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswi UGM Saat KKN, Kuasa Hukum Pertanyakan Pelapor hingga Ombudsman Panggil Rektor UGM

4. Apresiasi Ombudsman kepada Rektor UGM

Kepala Ombudsman RI Perwakilan DIY Budhi Masthuri saat memberikan penjelasan kepada awak media usai bertemu dengan Rektor UGM Panut Mulyono dan jajaranKOMPAS.com / Wijaya Kusuma Kepala Ombudsman RI Perwakilan DIY Budhi Masthuri saat memberikan penjelasan kepada awak media usai bertemu dengan Rektor UGM Panut Mulyono dan jajaran

Ombudsman berterima kasih kepada Rektor UGM karena hadir bersama dengan jajarannya, sehingga bisa melengkapi keterangan.

"Kami berterima kasih karena Pak Rektor didampingi jajarannya, yang kemudian bisa melengkapi penjelasan-penjelasan dari Pak Rektor yang lebih teknis sifatnya," ungkap dia.

Budhi juga mengakui, dirinya tidak bisa menjelaskan substansi dari pertemuan Omudsaman dan Rektor UGM karena proses tersebut menjad bagian investigasi.

"Mudah-mudahan dengan kehadiran Pak Rektor hari ini membantu kami untuk segera bisa melengkapi hasil investigasi, dan menyusun beberapa kesimpulan dan saran korektif untuk nantinya bisa berkontribusi meningkatkan pelayanan di UGM," pungkas dia.

Baca Juga: Rektor UGM Dicecar 7 Pertanyaan oleh Ombudsman soal Penanganan Kasus Dugaan Pelecehan

5. Rektor UGM: Rekomendasi Komite Etik sedang dikaji

Para mahasiswa saat membubuhkan tanda tangan di sebuah Baliho dalam aksi di Taman San Siro Fisipol UGM.KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Para mahasiswa saat membubuhkan tanda tangan di sebuah Baliho dalam aksi di Taman San Siro Fisipol UGM.

Menurut Panut Mulyono, jajaran pimpinan UGM saat ini sedang dalam proses mengkaji hasil rekomendasi dari tim etik tersebut.

"Komite etik sudah menyampaikan hasilnya kepada pimpinan universitas kepada 31 Desember 2018 lalu. Sekarang sedang kami kaji (langkah selanjutnya), nanti-nanti, kami sedang pelajari dulu," kata Rektor UGM Panut Mulyono, di kantor Ombudsman RI perwakilan DIY, Selasa (8/1/2019).

Komite Etik yang dibentuk berdasarkan surat Keputusan Rektor Nomor 1991/UN1.P/SK/HUKOR/2018 ini beranggotakan Winastuti Dwi Atmanto dari Fakultas Kehutanan, Subagus W dari Fakultas Farmasi, Tri Winarni dari Pusat Studi Wanita, Rachmad Hidayah dari Fakultas Filsafat, Windu dari Fakultas Teknik, dan Amalinda Savirani dari Fakultas Fisipol. Sebagai ketua Tim etik Sri Wiyati dari Fakultas Hukum.

Tugas utama Tim Komite Etik itu adalah membuat rekomendasi-rekomendasi kepada pimpinan universitas tentang penyelesaian kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.

Baca Juga: Pimpinan UGM Kaji Rekomendasi Komite Etik tentang Penyelesaian Dugaan Pelecehan

6. Penulis  Balairung diperiksa polisi, LBH Yogya protes

IlustrasiKOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi

Seperti diketahui, tim penyidik Polda DIY memeriksa CM, penulis berita berjudul "Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan". CM diperiksa sebagai saksi terkait tulisannya di Pers Mahasiswa (Persma) Balairung.

Langkah polisi tersebut diprotes oleh Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Yogi Zul Fadhli. Menurutnya, definisi saksi dalam kitab undang-undang hukum acara pidana (KUHAP) adalah orang yang melihat, mendengar dan mengalami langsung peristiwa pidananya.

"Kawan-kawan Balairung tidak mengalami, tidak melihat dan mendengar langsung peristiwa itu. Kawan-kawan Balairung tidak masuk kategori sebagai saksi, sehingga tidak tepat jika dihadirkan sebagai saksi," tegasnya.

"Kawan-kawan Balairung hanya sebagai wartawan, sebagai pencari berita saja. Kawan-kawan Balairung hanya memberitakan apa yang menjadi persoalan di sana," imbuhnya.

Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di KKN UGM, Penulis Artikel Pers Mahasiswa Diperiksa

Sumber: KOMPAS.com (Wijaya Kusuma)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Regional
Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Regional
Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Regional
Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X