Tim SAR Hentikan Pencarian 2 Penumpang Kapal Karam di Perairan TN Komodo

Kompas.com - 01/01/2019, 18:43 WIB
Kapal wisata KM La Hilla tenggelam di wilayah perairan Pulau Padar, Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, pada Minggu (23/12/2018) pukul 16.00 waktu setempat akibat cuaca buruk dan hempasan ombak. Dua orang hilang akibat peristiwa itu dan hingga Jumat (28/12/2018) belum ditemukan tim SAR gabungan. Dokumen Polres Manggarai BaratKapal wisata KM La Hilla tenggelam di wilayah perairan Pulau Padar, Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, pada Minggu (23/12/2018) pukul 16.00 waktu setempat akibat cuaca buruk dan hempasan ombak. Dua orang hilang akibat peristiwa itu dan hingga Jumat (28/12/2018) belum ditemukan tim SAR gabungan.

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Tim gabungan Search And Rescue ( SAR) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menghentikan pencarian dua orang penumpang Kapal wisata KM Lahila, yang tenggelam di wilayah Perairan Pulau Padar, Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

Koordinator Pos SAR Manggarai Barat Edi Suryono mengatakan, penghentian diputuskan karena hingga tujuh hari pencarian dua korban tersebut belum ditemukan. 

Dua orang penumpang yang hilang itu lanjut Edi, yakni Ervin serta seorang pemandu wisata, Gregorius alias Yoris.

"Kita hentikan pencarian sejak 29 Desember 2018 kemarin,"ungkap Edi kepada Kompas.com, Selasa (1/1/2019).

Baca juga: Hari Ke-6 Pencarian Korban KM La Hilla Difokuskan di Pulau Padar TN Komodo

Menurut Edi, sejak kapal itu tenggelam pada Minggu (23/12/2018) lalu, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Polairud, Basarnas, Polres Mabar, TNI-AL, patroli gabungan TNK-Polres Mabar-Brimob, bersama dengan kru para kapal wisata, melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Edi mengatakan, pencarian dilakukan di Perairan Pulau Rinca, Pulau Komodo, Pulau Padar Kecil, Pulau Padar Besar, Pulau Tatawa, Pulau Siaba Besar dan Kecil serta Gililawa.

"Hampir 90 persen daerah kawasan Taman Nasional Komodo sudah kita sisir, namun hasilnya masih nihil,"ucapnya.

"Operasi SAR sudah ditutup dan apabila ada tanda-tanda korban terlihat, maka operasi SAR akan dibuka kembali,"pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kapal wisata KM Lahila tenggelam di wilayah Perairan Pulau Padar, Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu (23/12/2018).

Kapal tersebut mengangkut enam orang wisatawan domestik dan seorang pemandu wisata.

Baca juga: Kronologi Tenggelamnya Kapal Pengangkut Wisatawan di Perairan TN Komodo

Kapal dinakhodai Sudarlim yang dibantu tiga orang kru kapal masing-masing Nurtin, Hartono, dan Elias.

Sementara, enam orang wisatawan domestik bernama Dr Yudi Prayudi, Dr Tyas Priyayi, Sekar Ayu Padmadhani, Raditya Arif Pambudi, Pramathya Hadi Wicaksono, dan Ervin serta seorang pemandu wisata Gregorius alias Yoris.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Lantik Kabinet Indonesia Maju, Risma Berharap Indonesia Lebih Baik

Jokowi Lantik Kabinet Indonesia Maju, Risma Berharap Indonesia Lebih Baik

Regional
Jadi Kurir Sabu Jaringan Napi Lapas Madiun, Ibu Rumah Tangga Divonis 18 Tahun Penjara

Jadi Kurir Sabu Jaringan Napi Lapas Madiun, Ibu Rumah Tangga Divonis 18 Tahun Penjara

Regional
Rumah Sakit di Bangka Ingin Kembangkan Pengobatan Cuci Otak Menkes Terawan

Rumah Sakit di Bangka Ingin Kembangkan Pengobatan Cuci Otak Menkes Terawan

Regional
Fakta Syahrul Yasin Limpo, Miliki Banyak Prestasi hingga Ditunjuk Jadi Menteri Pertanian

Fakta Syahrul Yasin Limpo, Miliki Banyak Prestasi hingga Ditunjuk Jadi Menteri Pertanian

Regional
Acungkan Sabit, Preman Rampas Uang Wisatawan di Pantai Petanahan

Acungkan Sabit, Preman Rampas Uang Wisatawan di Pantai Petanahan

Regional
Fakta di Balik Nenek Luspina Hidup Menahan Lapar Digubuk Reyot Tanpa Listrik

Fakta di Balik Nenek Luspina Hidup Menahan Lapar Digubuk Reyot Tanpa Listrik

Regional
LIPI: Ikan Bertuliskan Kata 'Ambon' Bisa Dijelaskan secara Ilmiah

LIPI: Ikan Bertuliskan Kata "Ambon" Bisa Dijelaskan secara Ilmiah

Regional
2020, UMP Jateng Bakal Naik Jadi Rp 1,7 Juta

2020, UMP Jateng Bakal Naik Jadi Rp 1,7 Juta

Regional
2 Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Basarnas Temukan Pakaian Korban

2 Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Basarnas Temukan Pakaian Korban

Regional
Air Sumur Dikira Mendidih di Ambon, Ini Kata LIPI

Air Sumur Dikira Mendidih di Ambon, Ini Kata LIPI

Regional
Pemprov Kaltim Akan Undang Kerabat Kesultanan Kutai Bahas soal Ibu Kota Negara

Pemprov Kaltim Akan Undang Kerabat Kesultanan Kutai Bahas soal Ibu Kota Negara

Regional
Cerita Risma Hitung Untung Rugi Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi

Cerita Risma Hitung Untung Rugi Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi

Regional
Tersangka Kuras Dana Nasabah BNI Ambon dengan Tawarkan Produk Imbal Hasil. Ini Kronologinya...

Tersangka Kuras Dana Nasabah BNI Ambon dengan Tawarkan Produk Imbal Hasil. Ini Kronologinya...

Regional
Ganjar Pranowo Sebut Kabinet Indonesia Maju Sesuaikan Perkembangan Zaman

Ganjar Pranowo Sebut Kabinet Indonesia Maju Sesuaikan Perkembangan Zaman

Regional
Di Daerah Ini Warga Harus Inden Sepekan untuk Dapatkan Air Bersih

Di Daerah Ini Warga Harus Inden Sepekan untuk Dapatkan Air Bersih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X