Nelayan dan Pengguna Jasa Laut Diminta Waspada, Tinggi Gelombang Capai 4 Meter

Kompas.com - 31/12/2018, 17:01 WIB
ilustrasi Mike Stobe/Getty Images/AFPilustrasi



BATAM, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengimbau pengguna jasa laut maupun nelayan Kepulauan Riau untuk selalu waspada.

Sebab, saat ini tinggi gelombang di Perairan Kepri, khususnya perairan Natuna dan Anambas  diperkirakan mencapai 4 meter.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam Nizam Mawardi yang dihubungi, membenarkan perkiraan cuaca tersebut.

Untuk itu dirinya mengimbau masyarakat agar lebih waspada dengan potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah di perairan Kepri.

"Gelombang tinggi ini diperkirakan terjadi di Laut Natuna Utara dan perairan utara Kepulauan Natuna," kata Nizam, Senin (31/12/2018).

Baca juga: Waspadai Gelombang Tinggi di Tiga Perairan Indonesia Timur

Tidak saja di perairan Natuna dan Anambas, belakangan hasil perkiraan cuaca di wilayah perairan Bintan dan Lingga juga berpotensi terjadi gelombang tinggi.

"Namun tinggi gelombangnya tidak seekstrim di perairan Natuna Utara dan sebagian perairan Anambas," jelasnya.

Menurut Nizam, hal ini terjadi akibat adanya belokan angin (shearline) di dekat wilayah Kepri yang mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif.

Bahkan, di Batam sendiri, saat ini terjadi hujan dengan intensitas lebat dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga malam hari nantinya.

"Namun untuk tinggi gelombang di Batam masih terbilang aman, hanya saja arus bawah laut saja yang terbilang sedikit lebih kencang dibandingkan dengan perairan di sekitarnya seperti di Karimun dan Lingga," ungkapnya.

Sebelumnya, BMKG juga sudah mengeluarkan peringatan dini adanya gelombang tinggi yang dapat mencapai 4-6 meter di beberapa wilayah Indonesia.

Dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, ketinggian gelombang 4-6 meter tersebut berpeluang terjadi di Samudera Hindia, selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Laut Natuna Utara, dan perairan utara Kepulauan Natuna.

Hal ini disebabkan adanya pola tekanan rendah 1002 hPa, 1003 hPa, dan 1007 hPa di Samudera Pasifik timur Filipina, Laut Arafuru bagian barat, dan Laut China Selatan.

Selain itu, pola angin di wilayah Indonesia secara umum bergerak dari arah barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5-25 knot.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X