Kompas.com - 13/12/2018, 18:35 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada peluncuran BRT Trans Jateng Purwokerto-Purbalingga. Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa TengahGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada peluncuran BRT Trans Jateng Purwokerto-Purbalingga.

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan komitmennya untuk membantu percepatan penetapan lokasi (Penlok) jalan tol Semarang-Demak. Jalan tol sekaligus tanggul raksasa direncanakan dibangun 2019.

"Kita tunggu aja tahapannya, kalau masuk diteken. Pokoknya itu (Penlok) bertahap, dari titik ke titik, jadi tiap masuk saya teken," kata Ganjar, di Semarang, Kamis (13/12/2018).

Jalan tol yang menghubungkan dua daerah itu sendiri didesain berada di pinggiran pantai karena difungsikan juga sebagai tanggul laut raksasa. Dengan jalan tol itu, banjir dan rob di wilayah Kaligawe diharapkan bisa terselesaikan.

Ganjar mengatakan, lantaran pentingnya pembangunan jalur itu, pihaknya akan mengawal dan membantu secara berkala. Salah satunya dengan mempercepat penetapan lokasi jalan tol.

Baca juga: Kampanye Pilkada Jateng Disebut Pakai Uang Gratifikasi, Ini Reaksi Ganjar Pranowo

"Saya bantu terus menerus. Saya minggu-minggu ini tanda tangan banyak sekali, tapi memang Penlok banyak untuk jalan tol," tambahnya.

Sementara terkait tol Bawen-Yogyakarta, penetapan lokasi masih menunggu kajian kelayakan, dan detail engineering design. Jika itu selesai, maka Penlok segera ditetapkan.

"Bawen-Yogya masih nunggu, tapi rancangan Penlok sudah ada," tambahnya.

Diwujudkan 2019

Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono menyatakan bahwa pembangunan jalan tol Semarang-Demak segera diwujudkan pada 2019.

Rencana pembangunan jalan tol bebas hambatan itu masih berupa penetapan lokasi. Penlok dilakukan ulang karena sebelumnya ada pergeseran rute, dari awalnya di darat, menjadi sebagian dibangun pesisir pantai.

Baca juga: Wali Kota Semarang Target Pembangunan Tanggul Laut Selesai pada 2021

Penlok pun didesain ulang sesuai dengan kebutuhan.

"Saat ini untuk tol Semarang-Demak baru tahap penetapan lokasi," ucap Basuki.

Basuki memastikan jika tol itu penting karena selain mengatasi banjir dan rob, juga untuk menghubungkan dua wilayah dimana trafic kendaraan sangat tinggi.

Jalan Tol Semarang-Demak sebagian akan menggunakan lahan pesisir pantai Pulau Jawa.Dengan begitu, jalan tol yang akan difungsikan menjadi tanggul laut itu bakal memanjang di sepanjang pesisir pantai.

Lahan yang dibutuhkan untuk jalan tol tersebut mencapai 535 hektar, meningkat dari sebelumnya 189 hektar. Sebagian lahan di daratan akan diganti untung oleh pemerintah, namun lahan yang berada di pesisir pantai tidak akan diganti rugi. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X