Kampanye Pilkada Jateng Disebut Pakai Uang Gratifikasi, Ini Reaksi Ganjar Pranowo

Kompas.com - 13/12/2018, 17:35 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution mencoba roti gaplek saat meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus peternakan rakyat di Desa Kebonagung, Kabupaten Wonogiri, Kamis (6/12/2018). Dok. Humas Pemprov JatengGubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution mencoba roti gaplek saat meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus peternakan rakyat di Desa Kebonagung, Kabupaten Wonogiri, Kamis (6/12/2018).

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, pihaknya tidak tahu menahu soal uang gratifikasi Bupati Purbalingga nonaktif Tasdi yang dipakai untuk kampanye di Pilgub Jateng, Juni 2018 lalu.

Ganjar mengaku menyerahkan pengungkapan kasus itu ke pengadilan.

"Kita tidak mengerti itu benar atau ndak digunakan untuk apa. Kita gak pernah tahu. Silahkan dibuktikan saja, itu kayak orang menyumbang," kata Ganjar, saat dimintai tanggapan seusai kegiatan Outlok Ekonomi Jateng 2019 oleh Bisnis Indonesia, Kamis (13/12/2018).

Pada sidang Rabu (12/12/2018) kemarin, wakil ketua DPR RI Utut Adianto mengaku memberikan uang Rp 150 juta kepada Tasdi untuk membantu pemenangan Ganjar di Pilkada Jateng. Namun KPK menyebut uang itu sebagai bagian dari gratifikasi.

Baca juga: 5 Fakta Sidang Tipikor Utut Adianto di Semarang, Akui Beri Rp 150 Juta hingga Kenal Bupati Non-aktif Tasdi

Ganjar menambahkan, di partainya, PDI-P, memang ada kebiasaan bergotong royong untuk memenangkan kontestasi di Pilkada. Ia menyebut konsep itu dengan iuran

Sejumlah kader pun terbiasa iuran sesuai dengan kemampuan.

"Kita tahunya pakai kultur iuran. Saya juga kaget. Serahkan semua sama ke pengadilan apa yang terjadi," tambahnya.

Ditambahkan Ganjar, pihaknya juga tidak tahu kebenaran dari kasus tersebut. Ketika seorang memberi iuran tidak mungkin ditanya terkait sumber uang yang didapat.

Baca juga: 5 BERITA POPULER NUSANTARA: Kisah Kekejaman KKB hingga Pengakuan Utut Adianto

"Ketika seorang datang ke acara lalu dikasih makan, itu tidak ditanya sumber uangnya dari mana. Misal ketika acara seperti ini duitnya dari korupsi atau enggak. Ndak pernah," tambahnya.

"Kalau sudah terbuka dipersilahkan ke pengadilan," tambahnya.

Dalam perkara suap dan gratifikasi untuk Bupati Tasdi, total ada 19 saksi yang diperiksa. 12 saksi didatangkan jaksa KPK, sisanya saksi meringankan yang didatangkan pihak terdakwa.

Agenda sidang pada Rabu (19/12/2018) dijadwalkan untuk mendengarkan keterangan terdakwa. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Regional
LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

Regional
Buka Pameran UMKM Gayeng 2021, Ganjar: Produk Jateng Siap Masuk Pasar Internasional

Buka Pameran UMKM Gayeng 2021, Ganjar: Produk Jateng Siap Masuk Pasar Internasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X