Kompas.com - 10/12/2018, 15:06 WIB
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Maruf, menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus korupsi dana desa ratusan juta rupiah di dua desa Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (10/12/2018). KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHAKapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Maruf, menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus korupsi dana desa ratusan juta rupiah di dua desa Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (10/12/2018).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap tindak pidana korupsi dana desa oleh kepala desa di Desa Sinagar dan Indrajaya, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya.

Dari dua desa tersebut, negara dirugikan sampai ratusan juta karena penyelewengan dana infrastruktur yang digunakan untuk keperluan pribadi oleh dua kepala desa tersebut.

"Kita berhasil mengungkap kasus tindak pidana korupsi dana desa oleh dua kepala desa di Kecamatan Sukaratu. Mereka menyelewengkan anggaran desa yang sejatinya untuk infrastruktur, tapi malah digunakan untuk keperluan pribadi mereka masing-masing," jelas Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Maruf kepada wartawan di kantornya, Senin (10/12/2018).

Febry menambahkan, dua tersangka sekarang berstatus mantan kepala desa. Keduanya diduga melakukan korupsi saat mereka menjabat.

Baca juga: Kasus Dana Desa, Kepala Desa di Aceh Utara Ini Segera Diadili

Tersangka berinisial KND diduga melakukan korupsi tahun 2014 saat menjabat kepala Desa Sinagar dan tersangka APN diduga korupsi dana desa di Desa Indrajaya tahun 2016.

Korupsi kedua tersangka bermodus sama, yakni menyalahgunakan anggaran dana desa untuk keperluan pribadi.

"Total anggaran seluruhnya hampir Rp 700 juta dari dana desa bantuan Provinsi Jawa Barat," ungkapnya.

Baca juga: Selewengkan Dana Desa, Dua Kades di Purbalingga Disidang

Kedua tersangka pun telah diamankan pihak kepolisian dan mengakui semua perbuatannya. Mereka pun dijerat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal seumur hidup.

"Kedua tersangka sudah ditahan dan berkas penyidikan sudah lengkap untuk dilimpahkan ke Kejaksaan," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.