Kota Semarang Terus Menggalakkan Program "Urban Farming"

Kompas.com - 08/12/2018, 11:18 WIB
Bupati Purbalingga, Tasdi meninjau lokasi petik buah Labu Madu di Kebun Holtikultura kelompok tani Bangkit Lestari, Desa Pekuncen, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (30/5/2017). KOMPAS.COM/IQBAL FAHMIBupati Purbalingga, Tasdi meninjau lokasi petik buah Labu Madu di Kebun Holtikultura kelompok tani Bangkit Lestari, Desa Pekuncen, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (30/5/2017).

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, terus mendorong masyarakat yang bermukim di wilayah perkotaan untuk memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah untuk pola pertanian urban.

Pola pertanian itu menguntungkan karena dapat memberi tambahan penghasilan keluarga.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Rusdiana mengatakan, pola pertanian urban saat ini menjadi program unggulan pemerintah. Masyarakat kota diminta memanfaatkan lahan-lahan sempit yang ada di sekitarnya.

Pertanian urban bisa dilakukan dengan budidaya, pemrosesan, dan disribusi bahan pangan. Pertanian urban bisa berupa peternakan, budidaya perairan, wanatani, dan hortikultura.

Baca juga: Terima Green House, Pemkot Jakut Ingin Warga Tekuni Urban Farming

Menurut Rusdiana, pertanian urban telah dipraktekkan sejumlah kelompok tani di Kota Semarang. Salah satunya Kelompok Tani Dewaruci, di Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

"Pertanian urban nanti harus ada di satu kawasan perkotaan. Nanti tiap RT atau RW harus ada kawasan pertanian di perkotaan," kata dia, Sabtu (8/12/2018).

Rusdiana mengatakan, sejauh ini pertanian urban yang berkembang di Kota Semarang lebih kebutuhan rumah tangga, seperti sayuran, buah, dan tanaman hias.

Namun, ke depan, akan terus berkembang. Dinas Pertanian akan berkolaborasi dengan instansi lain agar program itu lebih masif dan terstruktur.

"Kami sinergi dengan dinas lain. Kelompok tani itu kami bisa, lalu soal modal, bisa kami rekomendasi ke Dinas Koperasi dan UMKM," ujar dia.

Pengembangan kawasan pertanian urban mendapat perhatian dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Juliari P Batubara.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X