Matematika Aljabar, Konsep Arsitektur Masjid Raya Jawa Barat - Kompas.com

Matematika Aljabar, Konsep Arsitektur Masjid Raya Jawa Barat

Kompas.com - 07/12/2018, 18:54 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (7/12/2018).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (7/12/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Matematika Aljabar jadi konsep pembangunan Masjid Al Jabbar Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga arsitek masjid itu mengatakan, desain masjid itu punya filosofi mengembalikan masa kejayaan Islam dalam ilmu pengetahuan.

Pria yang akrab disapa Emil itu mengatakan, pada tahun 2016 ia diminta Gubernur Jabar Ahmad Heryawan untuk mendesain masjid itu. Kala Itu, Emil masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

"Jadi Aljabar ini, karena namanya Al Jabar Jawa Barat, Aljabar juga matematika rumusnya juga datang dari matematika dari sebuah rumus. Kalau matematika jadi sebuah angka, kalau arsitektur rumus itu jadi tiga dimensi," ungkap Emil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (7/12/2018).

Baca juga: Masjid Raya Al Jabar Ditargetkan Selesai Tahun 2020

Konsep itu, kata Emil, diterjemahkan dalam bentuk kubah tiga dimensi.

"Jadi kalau kita lihat desainnya adalah kumpulan perulangan-perulangan dari besar, sedang, kecil, yang sebetulnya itu rumus matematika. Karena dulu Islam berjaya dari ilmu pengetahuan khususnya matematika. Ya kita bangkitkan lagi di Jabar semangatnya," tuturnya.

Masjid tersebut diperkirakan menelan anggaran Rp 900 miliar. Besarnya anggaran disebabkan proyek tersebut punya keunikan, yakni dibangun terapung di tengah danau raksasa.

Selain itu, ada tiga danau kecil yang mengelilingi masjid itu. Selain estetika, danau itu nantinya berfungsi sebagai pengendali banjir dan sumber air minum.

"Jadi, selain tambahan estetika di master plan masjidnya, tiga fungsi ekologis dan engineering itu akan menjadi solusi mengatasi masalah ekologi di lingkungan," kata Emil.

Untuk mempercantik, bagian atap masjid akan dilengkapi kaca berwarna-warni. Masjid itu juga dilengkapi ragam fasilitas seperti museum Alquran dan museum Nabi Muhammad, museum Asmaul Husna, percetakan Al Quran dan fasilitas untuk pesantren kilat. Masjid itu diperkirakan bisa menampung sekitar 50 ribu jemaah. 


Terkini Lainnya


Close Ads X