Viral Rumah Batu "Patrick SpongeBob" di Wonogiri yang Sering Jadi Tempat Pengungsian

Kompas.com - 07/12/2018, 08:46 WIB
Inilah rumah batu milik Sutini, warga Dusun Mujing, Desa Genengharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri yang viral di media sosial dalam sepekan terakhir. Dokumentasi Nurwono Inilah rumah batu milik Sutini, warga Dusun Mujing, Desa Genengharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri yang viral di media sosial dalam sepekan terakhir.

WONOGIRI, KOMPAS.com — Dalam sepekan terakhir dunia maya dihebohkan dengan rumah batu mirip milik tokoh film kartun Patrick SpongeBob yang berada di Dusun Mujing, Desa Genengharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Rumah batu milik Sutini viral di dunia maya setelah diposting di media sosial. Salah satunya di grup facebook Kabar Wonogiri dan Wonogiri. Sejak diposting di grup facebook Wonogiri, akhir November 2018, foto-foto rumah batu itu sudah dibagikan 1.721 kali.

Meski baru heboh saat ini, rupanya rumah batu yang ditempati Sutini sudah berdiri sejak 16 tahun silam. Suami Sutini, Loso membangun rumah batu dengan konstruksi dinding dan atapnya disemen semua pada tahun 2002.

Tak butuh waktu lama, rumah seluas 9 x 9 meter dua lantai yang didesain mirip dengan batu dibangun selama enam bulan oleh lima tukang.

Baca juga: Fakta Unik Bus Tayo Sukoharjo, Viral di Medsos hingga Gara-gara Film Kartun

"Pembangunan rumah batu itu sekitar tahun 2002 setelah setahun saya lulus STM. Rumah itu dibangun lima orang dan dikerjakan selama enam bulan dengan biaya sekitar seratusan juta rupiah. Saat ini yang tinggal di rumah batu ibu dan nenek saya," ungkap Nurwono, putra sulung Sutini kepada Kompas.com, Kamis ( 5/12/2018).

Inilah pintu masuk rumah batu milik Sutini, warga Dusun Mujing, Desa Genengharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Dokumentasi Nurwono Inilah pintu masuk rumah batu milik Sutini, warga Dusun Mujing, Desa Genengharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Nurwono menceritakan pembangunan rumah batu itu tidak terinspirasi dari film apapun. Saat itu, bapaknya membangun rumah batu lantaran pekerjaanya yang sering membangun rumah dan taman.

"Jadi inspirasi pembuatan rumah batu tidak ada kaitannya dengan film. Karena saat itu belum ada film SpongeBob. Pembangunan rumah itu berawal dari keinginan bapak saya yang suka membuat taman. Taman itu biasanya ada batu-batu bulatnya. Lalu tercetus ide bapak saya kalau batu itu dibuat rumah itu jadinya seperti apa," kata Nurwono.

Baca juga: Viral, Penumpang Wanita Kejar Pesawat hingga ke Landasan Pacu karena Ketinggalan

Tak hanya itu, bapaknya memilik karakter membangun rumah dan taman tidak mau seperti yang sudah dibuat orang lain. "Bapak saya sukanya yang nyeleneh. Makanya bapak saya membuat rumah batu," ujar Nurwono.

Meski berbentuk batu, kondisi ruang di dalam rumah batu tidak panas pada siang hari. Justru, ruang di dalam rumah terasa panas pada malam hari.

"Siang hari rumahnya kena matahari panas imbasnya ke malam. Sementara kalau malam cuaca di luar dingin sehingga saat siang di dalam rumah malah tidak panas," jelas Nurwono.

Inilah tangga ke lantai dua rumah batu milik Sutini, warga Dusun Mujing, Desa Genengharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. /Dokumentasi Nurwono Inilah tangga ke lantai dua rumah batu milik Sutini, warga Dusun Mujing, Desa Genengharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Tak hanya itu, kondisi di dalam rumah batu tidak pengap. Banyak dibuat jendela di berbagai titik rumah agar sirkulasi udara bisa berjalan baik.

Sementara, lantai satu rumah batu itu model kamar dan ruang tamu disekat-sekat dengan lemari. Sementara lantai dua dibiarkan kosong.

Setelah viral di media sosial, setiap hari rumah batu milik ibunya dikunjungi 300-an orang. Kebanyakan orang yang datang penasaran dengan bentuk rumah dan ingin melihat secara langsung.

"Pengunjung masuk ke rumah sampai ke lantai dua untuk foto-foto dan swafoto. Ada yang dibuat dokumen pribadi dengan pengambilan gambar video. Tetapi kami malah senang mendapatkan kunjungan dari banyak orang," jelas Nurwono.

Ibu Sutini menemui warga yang ingin menyaksikan langsung rumah batu miliknya di Dusun Mujing, Desa Genengharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Dokumentasi Nurwono Ibu Sutini menemui warga yang ingin menyaksikan langsung rumah batu miliknya di Dusun Mujing, Desa Genengharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Perasaannya, setelah rumah batu keluarganya viral di media sosial, keluarga Sutini merasa bangga dan senang. Setidaknya rumah karya bapaknya itu bisa menginspirasi banyak orang.

"Saat datang ke rumah, banyak yang bilang mau buat rumah batu. Tetapi soal realisasinya benar atau tidak saya tidak tahu," ungkap. Nurwono.

Kendati berbentuk unik, rumah batu juga memiliki fungsi sosial. Saat gempa dan bencana longsor tiba, banyak tetangga yang mengungsi di rumah batu.

"Para tetangga merasa aman kalau tinggal di rumah. Karena rumah itu tidak akan roboh," demikian pungkas Nurwono.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Regional
Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Regional
Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Regional
Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Regional
Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Regional
Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Regional
Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Regional
5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

Regional
Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Regional
Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Regional
Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Regional
Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Regional
Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena 'Human Error'

Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena "Human Error"

Regional
Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Regional
Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Regional
Close Ads X