Kompas.com - 06/12/2018, 10:30 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) tengah gencar melakukan penanaman bawang putih di dalam negeri untuk mengejar target swasembada pada 2021 Dok. Humas KementanKementerian Pertanian (Kementan) tengah gencar melakukan penanaman bawang putih di dalam negeri untuk mengejar target swasembada pada 2021

SEMARANG, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengancam akan membekukan izin impor bagi pengusaha yang tidak melakukan kewajiban menanam di dalam negeri.

Ancaman itu ditujukan kepada pengusaha impor bawang putih, terutama setelah gabungan kelompok tani dari Kabupaten Semarang mengaku dirugikan atas perjanjian yang disepakati.

“Kalau importir nakal dan terbukti mengingkari kerja sama dengan petani bisa saja mereka di 'black list’. Izin impornya juga dibekukan sehingga perusahaan ini tidak bisa lagi mengimpor bawang putih,” ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan, Prihasto Setyanto, ketika dikonfimasi, Kamis (6/12/2018).

Baca juga: Jual Bawang Putih Mengandung Cacing, Tiga Direktur Perusahaan Jadi Tersangka

Dijelaskannya, pembekuan izin bisa saja diputuskan jika memang perusahaan importir tidak memenuhi kesepakatan.

Sebanyak 12 gabungan kelompok tani (gapoktan) Kecataman Getasan, Kabupaten Semarang menandatangi kerja sama dengan perusahaan importir inisial PT CMS disaksikan Dinas Pertanian setempat akhir 2017 lalu.

Menunggu bibit

Ketua Gakpoktan, Pitoyo, sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya selama hampir satu tahun menunggu bibit yang disediakan. Padahal petani telah mengolah lahan yang akan ditanami bawang putih.

Prihastro melanjutkan, jika gapoktan merasa dirugikan bisa saja mereka menempuh jalur hukum karena mengingkari kesepakatan. Kejadian itu, sambung dia, bahkan terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Pada 2021, Kementan Optimis Swasembada Bawang Putih

 

“Di tempat lain masalahnya serupa, sudah disepakati petani menyiapkan lahan dan importir berkewajiban memenuhi sarana produksi (saprodi) termasuk bibit, tetapi pada faktanya tidak dipenuhi,” tambahnya.

Kementan sendiri langsung bergerak cepat menutaskan persoalan ini. Rabu (5/12/2018) kemarin, utusan Kementan yang diwakili Direktur Sayuran dan Tanaman Obat datang untuk melakukan klarifikasi perihal permasalahan ke dinas terkait.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X