Agar Representatif dan Kekinian, Ridwan Kamil Bakal Renovasi Masjid Pusat Dakwah Islam

Kompas.com - 05/12/2018, 08:30 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri rangkaian Milad Masjid Pusdai ke-21, Selasa (4/12/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri rangkaian Milad Masjid Pusdai ke-21, Selasa (4/12/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan merenovasi Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai). Ia menilai, Masjid Pusdai perlu didesain ulang lantaran kondisinya yang mulai tua dan kusam.

Hal itu dikatakan Ridwan saat menghadiri rangkaian Milad Masjid Pusdai ke-21, Selasa (4/12/2018).

"Renovasinya belum di 2019. Karena masih tahun untuk assesment apa yang harus diubah disempurnakan, mungkin tahun 2020 total, menjadi bangunan yang representatif, bagus dan kekinian," kata Emil, sapaan akrabnya.

Ia berkisah, Masjid Pusdai merupakan proyek pertamanya di dunia arsitektur. Saat itu, ia masih magang pada arsitek Slamet Wirasonjaya. Konsep masjid itu terinspirasi dari masjid di Turki dengan ciri khas kubah bertumpuk.

Baca juga: Ridwan Kamil Kembangkan Tiga Wisata di Bandung Barat

"Jadi, saya buka di sini. Dari sekian banyak proyek, Masjid Pusdai ini proyek pertama saya jadi saya sangat hapal betul setiap lekuk bangunan ini," ujarnya.

Karena itu, ia menitipkan kepada pengurus masjid agar turut menyukseskan beragam program berdimensi keislaman. Seperti kajian, wakaf mikro, kredit mesra dan wirausaha, tempat komando satu desa satu hafiz, poliklinik kesehatan gratis warga, dan pengembangan seni Islam.

"Karena kita melihat ada draft Alquran inspirasi motifnya dari tanah Sunda yang harus dipamerkan dan dipopulerken. Jadi, kira-kira ada 10 poin yang saya titipkan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Pusdai Choirul Anam mengatakan, anggaran renovasi Pusdai diperkirakan menyentuh angka Rp 7,8 miliar.

Ia menyebut, kondisi Masjid Pusdai memang perlu direnovasi.

Baca juga: Ridwan Kamil Sebut Menteri PUPR akan Bantu Revitalisasi Kalimalang

"Memang kondisi sekarang Pusdai ini sangat memprihatinkan, catnya enggak tahu warnanya ini (kusam). Sebelum renovasi besar cat ini akan diprioritskan dan bagian yang udah bocor atap-atapnya," ucapnya.

Kesemrawutan juga tampak di luar area Masjid yang kerap jadi tempat mangkal pedagang kaki lima (PKL). Ia pun mengaku siap untuk memfasilitasi penataan PKL Pusdai.

"Padahal masih ada lahan yang mungkin bisa dilakukan seperti Ciwalk dan lebih terpelihara jangan sampai kesan masjid kumuh," jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Regional
Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X