Kondisi Bripka Andrean, Korban Ketapel Pos Lantas Lamongan, Terus Membaik

Kompas.com - 23/11/2018, 15:08 WIB
Bripka AA (tengah) saat dijenguk Bupati Lamongan Fadeli (kiri) dan Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung (dua dari kanan) di Rumah Sakit Bhayangkara. Dok. Humas Pemkab LamonganBripka AA (tengah) saat dijenguk Bupati Lamongan Fadeli (kiri) dan Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung (dua dari kanan) di Rumah Sakit Bhayangkara.

SURABAYA, KOMPAS.com - Kondisi kesehatan Bripka Andreas Dwi Anggoro (AA), korban ketapel penyerang pos lalu lintas polisi Lamongan, disebut terus membaik sejak 4 hari dirawat di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur.

Informasi dari dokter spesialis mata yang disampaikan melalui Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera, dalam 1 atau 2 hari ke depan, perban yang menutupi mata akan dibuka.

"Tidak ada kornea mata yang luka atau rusak. Luka hanya pada kelopak mata saja," kata Barung, Jumat (23/11/2018).

Baca juga: Soal Penghargaan Bripka AA, Kapolres Lamongan Serahkan kepada Pimpinan

Sementara, luka tubuh akibat terjatuh dari kendaraan yang dipakainya untuk mengejar pelaku penyerangan pos lantas polisi, kata Barung, juga sudah mulai membaik.

Polri, kata Barung, sangat mengapresiasi tindakan Bripka Andreas Dwi Anggoro atas aksinya menangkap pelaku penyerangan pos lantas polisi di Lamongan.

"Pak Kapolri pasti menyiapkan penghargaan, namun belum diketahui apa bentuknya," jelas Barung.

Bripka Andreas Dwi Anggoro diserang dengan ketapel dengan peluru kelereng saat mengejar 2 pelaku penyerangan pos lantas polisi di sekitar Wisata Bahari Lamongan, Selasa (20/11/2018) dini hari lalu.

Meski salah satu matanya terluka, anggota Satlantas Polres Lamongan ini terus mengejar pelaku hingga tertangkap dengan dibantu warga.

Belakangan, kedua pelaku ternyata diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok radikal. Polres Lamongan pun melimpahkan kasus penyerangan pos lantas polisi ke Densus 88 Mabes Polri. 

Kompas TV Tim densus 88 Mabes Polri bersama Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar rekonstruksi penangkapan terduga teroris di jalan Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Dalam rekonstrusi itu polisi menghadirkan dua terduga teroris yang ditangkap pada 14 Juli lalu.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X