Kunjungi Pasar Besar Malang, Sandiaga Dapati Harga Wortel dan Buncis Naik 30 Persen

Kompas.com - 23/11/2018, 12:32 WIB
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sadiaga Salahudin Uno saat berkunjung ke Pasar Besar Kota Malang, Jumat (23/11/2018) KOMPAS.com/ANDI HARTIKCalon Wakil Presiden nomor urut 02 Sadiaga Salahudin Uno saat berkunjung ke Pasar Besar Kota Malang, Jumat (23/11/2018)

MALANG, KOMPAS.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno mendatangi Pasar Besar Kota Malang, Jumat (23/11/2018). Di pasar tradisional itu, Sandiaga berkeliling sembari memantau harga sejumlah komuditas kebutuhan pokok.

Berdasarkan hasil pantauannya, Sandiaga mendapati naiknya harga wortel dan buncis. Dua jenis sayuran itu naik hingga 30 persen.

"Alhamdulillah pasarnya ramai, semuanya mengucap syukur, dari harga-harga yang dipantau naik tadi ada 20 hingga 30 persen itu wortel sama buncis. Iya ini ada yang dari Rp 10 ribu naik menjadi Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu per kilogram. Ada yang dari Rp 10 ribu naik menjadi Rp 15 ribu," katanya.

Namun begitu, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa para penjual di pasar tersebut sudah merasakan adanya perbaikan. Baik dari sisi pantauan harga hingga fasilitas yang ada di dalam pasar.

Baca juga: Sandiaga Tidak Ingin Terapkan Sistem Ekonomi Orde Baru

"Saya melihat bahwa tugas pemerintah adalah memastikan harga-harga stabil terjangkau dan alhamdulillah ini Pasar Besar ini masyarakat merasakan ada perbaikan untuk berkegiatan aman, dan nyaman. Dan usahakan pengelolaan lebih baik supaya kan ini beberapa kali terbakar, jangan sampai membahayakan. Jadi unsur keselamatannya dan keamanannya perlu diperkuat lagi kedepan," jelasnya.

Sandiaga tidak mau menganggap wajar naiknya harga dua komuditas sayuran itu. Menurutnya, naiknya harga sebesar 20 persen hingga 30 persen sudah masuk kategori di luar kewajaran.

"Kalau tadi naiknya 20 sampai 30 persen dianggap wajar, yang dianggap wajar itu tentunya pendapat Pak Presiden dan tentunya kita hormati. Tapi menurut Bu Laili tadi kenaikannya terlalu besar 20 sampai 30 persen itu gejolaknya terlalu besar. Kalau menurut Bu Laili, kenaikan 5 sampai 10 persen kenaikan masih bisa ditolerir, tapi kalau tadi kan wortel sama buncis kenaikan 30 persen itu memberatkan pedagang," jelasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X