Si Enis, Helm Tenaga Surya Ciptaan Guru yang Gemas Lihat Ulah Siswanya

Kompas.com - 23/11/2018, 09:21 WIB
Helm tenaga surya yang bisa digunakan untuk mengisi daya baterai di handphone kreasi Muhammad Ali Alfian. Dok. AlfianHelm tenaga surya yang bisa digunakan untuk mengisi daya baterai di handphone kreasi Muhammad Ali Alfian.

LAMONGAN, KOMPAS.com – Alfian, salah satu guru di SMK Muhammadiyah 1 Lamongan, Jawa Timur, dibuat gemas oleh ulah murid-muridnya yang selalu membawa helm ke dalam kelas. 

Ia mencoba menegur para siswanya lantaran tidak nyaman dengan adanya helm di kelas. "Saya merasa agak terganggu dengan pemandangan itu, tidak enak dipandang,” ujar Alfian kepada Kompas.com, Kamis (22/11/2018).

Namun para siswa beralasan bahwa mereka membawa masuk helm ke kelas karena takut helm kepanasan karena area parkir di SMK tersebut tidak dilengkapi atap peneduh. 

Alfian kemudian berinovasi. Pada Juli 2018 jadilah inovasi helm yang dibuatnya. Helm tersebut merupakan helm biasa, hanya saja dia tempeli panel surya dan dikoneksikan dengan pengisi daya handphone. 

Baca juga: Pemerintah Terus Dorong Siswa SMK Lakukan Inovasi

Dengan demikian, helm ini menyerap tenaga surya sekaligus mengubahnya menjadi listrik untuk mengecas handphone. Di dalam helm disematkan konverter, baterai, lampu indikator serta kabel yang diperlukan untuk mengubah energi surya jadi energi listrik. 

“Pengerjaannya mudah kok, paling butuh waktu sekitar satu minggu. Sebab yang lama itu pesan onderdil (komponen), yang itu susah saya dapatkan di Lamongan. Kemarin saya pesan di toko online, baru dapat (dikirim) tiga hari setelah pesan. Merancangnya itu bisa cepat dilakukan, asal alat-alat (komponen) itu ada (tersedia),” terangnya.

Menurut Alfian, helm dengan panel surya ini bisa saja digunakan oleh para ojek online. Sebab mereka memiliki mobilitas tinggi dan harus terhubung dengan handphone sebagai alat bantu transaksi dan komunikasi. 

“Dengan memakai helm ini, tidak perlu lagi repot-repot dalam mencari tempat untuk mengisi daya handphone,” kata Alfian.

Baca juga: Becak Listrik Tenaga Surya Karya Pak Guru untuk Yogyakarta Tercinta

Si Enis

Helm ciptaan Alfian ini kemudian diberi nama Si Enis, kepanjangan dari Pengisi Energi Surya.

Menurut dia, Si Enis ini masih sesuai dengan standar keamanan yang ditentukan karena tidak mengubah fungsi utama helm sebagai pelindung kepala.

Selain itu, komponen selain panel tenaga surya, diletakkan di dalam pet atau sirip depan helm. Dengan komposisi ini, komponen kelistrikan tersebut terlindungi dari guyuran air hujan.

Hanya saja, Si Enis belum bisa diproduksi dalam jumlah banyak saat ini, lantaran Alfian mengaku masih ingin menyempurnakan helm tersebut, sekaligus belum mengantongi izin Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Baca juga: Bak Sampah Tenaga Surya, Inovasi Terbaru Siswa SMKN 2 Lamongan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaringan Internet Jelek, Kepala Daerah Terpilih Mahakam Ulu Kaltim Tak Bisa Ikut Pelantikan Virtual

Jaringan Internet Jelek, Kepala Daerah Terpilih Mahakam Ulu Kaltim Tak Bisa Ikut Pelantikan Virtual

Regional
Kronologi Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Dipenjara karena Pakai Uang yang Belum Tentu Haknya

Kronologi Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Dipenjara karena Pakai Uang yang Belum Tentu Haknya

Regional
Beratnya Tugas Tim Pemadam Karhutla, Pikul Mesin dalam Hutan, 'Nyebur' Kanal, hingga Padamkan Api Malam Hari

Beratnya Tugas Tim Pemadam Karhutla, Pikul Mesin dalam Hutan, "Nyebur" Kanal, hingga Padamkan Api Malam Hari

Regional
Ganjar Soal Banjir di Semarang: Kalau Mau Menyalahkan, Salahkan Saya

Ganjar Soal Banjir di Semarang: Kalau Mau Menyalahkan, Salahkan Saya

Regional
Kondisi di Muaro Jambi, Kebakaran Lahan Gambut Mulai Terjadi Jelang Musim Panas

Kondisi di Muaro Jambi, Kebakaran Lahan Gambut Mulai Terjadi Jelang Musim Panas

Regional
Pascaputusan PTUN Jakarta, DPW Partai Berkarya Sumbar Nyatakan Solid Dukung Tommy Soeharto

Pascaputusan PTUN Jakarta, DPW Partai Berkarya Sumbar Nyatakan Solid Dukung Tommy Soeharto

Regional
Kisah Sukses Petani Cabai di Sidodadi Ramunia, Panen 25 Ton per Hektar Meski Cuaca Tak Menentu

Kisah Sukses Petani Cabai di Sidodadi Ramunia, Panen 25 Ton per Hektar Meski Cuaca Tak Menentu

Regional
Perjalanan Perkara 4 Petugas Forensik Jadi Tersangka Penistaan Agama karena Mandikan Jenazah Wanita, Kini Kasus Dihentikan

Perjalanan Perkara 4 Petugas Forensik Jadi Tersangka Penistaan Agama karena Mandikan Jenazah Wanita, Kini Kasus Dihentikan

Regional
Bocah 10 Tahun Meninggal, Ternyata Diduga Diperkosa Orang Tak Dikenal, Keluarga Bersedia Bongkar Makam

Bocah 10 Tahun Meninggal, Ternyata Diduga Diperkosa Orang Tak Dikenal, Keluarga Bersedia Bongkar Makam

Regional
Minta Tolong karena Tercebur ke Tambak, Pria Ini Malah Ditangkap Polisi, Ternyata...

Minta Tolong karena Tercebur ke Tambak, Pria Ini Malah Ditangkap Polisi, Ternyata...

Regional
Perjuangan Bocah SD Hidupi Orangtuanya yang Lumpuh, Ayah: Dia yang Urus Makan, Minum dan Bersihkan Kotoran Kami

Perjuangan Bocah SD Hidupi Orangtuanya yang Lumpuh, Ayah: Dia yang Urus Makan, Minum dan Bersihkan Kotoran Kami

Regional
Genap Setahun 13 Maret, Dinkes Sebut Kasus Covid-19 Jateng Pertama Ditemukan di Solo

Genap Setahun 13 Maret, Dinkes Sebut Kasus Covid-19 Jateng Pertama Ditemukan di Solo

Regional
Cerita di Balik Pasutri Punya 16 Anak di Malang, Berawal Ingin Anak Laki-laki dan Tinggal di Kontrakan

Cerita di Balik Pasutri Punya 16 Anak di Malang, Berawal Ingin Anak Laki-laki dan Tinggal di Kontrakan

Regional
Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Ingin Kembalikan dengan Dicicil tapi Ditolak

Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Ingin Kembalikan dengan Dicicil tapi Ditolak

Regional
Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua Temanggung Sasar Guru hingga Sopir Angkutan Umum

Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua Temanggung Sasar Guru hingga Sopir Angkutan Umum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X