Gubernur Viktor Sebut Kota Kupang dan Labuan Bajo Terkotor di NTT

Kompas.com - 21/11/2018, 18:37 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memberikan sambutan pada kegiatan Sekolah Perdamaian dengan agenda Mengunjungi Situs Agama Lokal dan Mondial di Aula Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW), Kupang, Kamis (18/10/2018), kemarin Dokumen Humas Pemprov NTTGubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memberikan sambutan pada kegiatan Sekolah Perdamaian dengan agenda Mengunjungi Situs Agama Lokal dan Mondial di Aula Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW), Kupang, Kamis (18/10/2018), kemarin


KUPANG, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menyebut, wilayah Kota Kupang Ibu Kota Provinsi NTT dan Labuan Bajo Ibu Kota Kabupaten Manggari Barat, sebagai kota terkotor.

Viktor menyebut, setiap kota memiliki ciri khas bersih, terang, dan rapi, namun ciri khas itu tidak terlihat di dua kota tersebut.

Baca juga: Curi Anjing, Pria di Kupang Ini Babak Belur Dihajar Warga

"Khusus Kota Kupang, sampah berserakan di hampir seluruh ruas jalan utama, terutama sampah plastik. Sedangkan Labuan Bajo itu, sampai lautnya bau akibat banyaknya sampah," ungkap Viktor, saat menggelar dialog bersama Civitas Akademika dan Pimpinan Perguruan Tinggi Sedaratan Timor, Alor, dan Rote Ndao 2018, di Hotel Aston Kupang, Rabu (21/11/2018).

Menurut Viktor, kondisi itu terjadi karena belum ada kesadaran warga membuang sampah pada tempatnya.

Dengan kondisi itu, lanjut Viktor, tentu menjadi tanggung jawab pemimpin mulai dari gubernur, wali kota, bupati, dan semua stakeholders lainnya.

Baca juga: Seorang Warga Ciptakan Aplikasi Lengkap tentang Labuan Bajo

Dalam kesempatan itu, Viktor mengajak perguruan tinggi dan masyarakat berpartisipasi aktif menyelamatkan alam NTT, dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Untuk itu lanjut Viktor, perlu ada sebuah gerakan dari semua elemen, untuk mengatasi persoalan itu.

"Dengan kondisi kota yang kotor, akan sulit bagi daerah untuk menjual sektor pariwisata, sehingga kita semua harus bersama-sama mengatasinya," tutup dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X