Korban Lion Air JT 610: "Pa, Rio Sudah di Pesawat, Bisa Tolong Jemput Enggak..."

Kompas.com - 20/11/2018, 15:15 WIB
Intan mendatangi gedung crisis center Terminal IB Bandara Soekarno-Hatta Tangerang untuk mencari  tahu kondisi calon suaminya, Rio Nanda Pratama yang merupakan penumpang pesawat Lion Air JT 610  yang jatuh di perairan Teluk Karawang, Jawa Barat, Senin kemarin.  Intan dan Rio berencana menikah pada 11 November 2018, Selasa (30/10/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAIntan mendatangi gedung crisis center Terminal IB Bandara Soekarno-Hatta Tangerang untuk mencari tahu kondisi calon suaminya, Rio Nanda Pratama yang merupakan penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Teluk Karawang, Jawa Barat, Senin kemarin. Intan dan Rio berencana menikah pada 11 November 2018, Selasa (30/10/2018).

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Kepergian dokter Rio Nanda Pratama, korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Tanjung Kerawang, pada Senin ( 29/10/2018 ) lalu, meninggallkan kesedihan yang mendalam bagi pihak keluarga.

Sulung dari dua bersaudara ini, merupakan dokter muda di Rumah Sakit bakti Timah.

Ditemui di rumahnya di Kawasan Taman Bunga, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, pada Minggu ( 20/11 ) pagi, orangtua dokter Rio, Irianto Surip, menceritakan bagaimana komunikasi terkhirnya dengan anak sulungnya tersebut.

Sekitar pukul 06.00 pada Senin pagi nahas itu, dokter Rio sempat menelpon orangtuanya untuk menanyakan apakah bisa dijemput.

Baca juga: Keluarga Korban Lion Air JT 610: Kami Hanya Ingin Keadilan...

"Rio telpon saya. Dia bilang 'Pa, Rio sudah di pesawat. Bisa tolong jemput enggak, Pa," cerita Irianto.

Irianto mengaku saat itu dia menyanggupi untuk menjemput. Namun, nahas, dokter Rio tak pernah pulang.

"Jam 07.00 saya sudah di bandara. Namun, sampai setengah sembilan, Rio belum juga muncul," kata Irianto.

"Jam setengah sembilan itu ada kabar Lion Air jatuh. Namun, saya tidak terpikir kalau dia di pesawat itu, karena Rio jarang naik Lion Air. Memang dia dia enggak bilang naik pesawat apa," ujar dia.

"Baru pada sekitar pukul sembilan, Gubernur (Kepulauan Bangka Belitung) Erzaldi mamastikan Lion Air jatuh dan mengumumkan manifes penumpang, baru saya yakin," kata Irianto, lirih.

Telpon terakhir di pagi yang nahas itu, menjadi percakapan terakhir sang ayah dengan anaknya.

Baca juga: Tersisa 24 Sampel DNA Korban Lion Air JT 610 yang Belum Dicocokkan

Karena, Rio salah satu dari 189 korban jatuhnya pesawat Lion Air PK LQP itu. Rio Nanda Pratama, sulung dari dua bersaudara, telah dimakamkan pada 8 November lalu.

Rencana pernikahannya dengan sang kekasih, Intan Indah Sari, pada 11 November 2018, terpaksa kandas akibat peristiwa nahas tersebut.

Kini, keluarga Rio tengah mengajukan tuntutan hukum kepada pihak Boeing, untuk menuntut keadilan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X