Fakta Baru Tragedi Lion Air JT 610, Alat Canggih Diterjunkan hingga Ratusan Tim SAR Dikerahkan

Kompas.com - 10/11/2018, 15:02 WIB
Tim SAR bersiap melakukan penyisiran di perairan Pantai Tanjungpakis, Karawang, Jawa Barat pada hari kesepuluh atau Rabu (7/11/2018) proses pencarian korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh pada Senin pekan lalu. KOMPAS.com/ FARIDA FARHANTim SAR bersiap melakukan penyisiran di perairan Pantai Tanjungpakis, Karawang, Jawa Barat pada hari kesepuluh atau Rabu (7/11/2018) proses pencarian korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh pada Senin pekan lalu.

KOMPAS.com - Perkembangan terbaru pencarian korban Lion Air JT 610 di hari ke-13 adalah terungkapnya identitas para korban.

Lalu, KNKT menurunkan sebuah alat canggih untuk membantu pencarian CVR yang diduga terbenam lumpur di dasar laut.

Selain itu, tim SAR gabungan masih terus menyisir lokasi sekitar jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 untuk mencari korban yang tersisa.


Berikut ini fakta baru kecelakaan pesawat Lion Air JT 610.

1. Dua unit alat canggih diterjunkan untuk melacak CVR

Pasukan Intai Amfibi, Denjaka, tim investigator dari KNKT Indonesia, Singapuran, serta tim ahli Boeing memeriksa lokasi yang diduga terdapat Cocpit Voice Recorder (CVR) Lion Air JT 610, di perairan Tanjung Karawang, Sabtu (3/11/2018).KOMPAS.com/DAVID PURBA Pasukan Intai Amfibi, Denjaka, tim investigator dari KNKT Indonesia, Singapuran, serta tim ahli Boeing memeriksa lokasi yang diduga terdapat Cocpit Voice Recorder (CVR) Lion Air JT 610, di perairan Tanjung Karawang, Sabtu (3/11/2018).

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menurunkan dua unit alat canggih untuk menemukan black box (kotak hitam) berisi cockpit voice recorder (rekaman pembicaraan di ruang kokpit) pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610.

Hal itu disampaikan oleh Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.

"Kami sudah menambahkan, yang kemarin-kemarin sudah ada empat, namanya ping locator finder. Tadi pagi kami sudah memberangkatkan ada dua alat, boleh dikatakan tercanggih saat ini yang tersedia di dunia," kata Soerjanto di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (9/11/2018).

Menurut Soerhanto, alat asal Amerika Serikat (AS) itu mempunyai sensitivitas tinggi sehingga diharapkan bisa menemukan sinyal black box berisi CVR yang melemah dalam beberapa hari terakhir.

"Mudah-mudahan dengan alat yang sangat sensitif dan paling mutakhir ini bisa segera menemukan di mana CVR itu," ujar Soerjanto.

Baca Juga: KNKT Turunkan Alat Canggih untuk Temukan Kotak Hitam CVR Lion Air JT 610

2. 201 personel Basarnas dikerahkan untuk mencari korban

Personel Basarnas melakukan penyelaman untuk mencari korban pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018). ANTARA FOTO/DOC.BASARNAS Personel Basarnas melakukan penyelaman untuk mencari korban pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Sebanyak 201 orang personel Badan SAR Nasional dikerahkan pada hari ke-13 pencarian korban pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610, Sabtu (10/10/2018).
201 personel itu termasuk 41 penyelam Basarnas Special Group yang akan mencari korban di bawah permukaan laut. Penyelaman akan dilakukan area seluas 900 meter persegi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X