Kronologi Penganiayaan Sadis terhadap Bocah yang Dituduh Mencuri

Kompas.com - 04/11/2018, 17:41 WIB
Ilustrasi WWW.PEXELS.COMIlustrasi

TIMIKA, KOMPAS.com - Polisi menjelaskan kronologi kekerasan terhadap LPB (13) yang videonya menjadi viral di media sosial.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Agung Ananta menjelaskan, kasus ini terjadi di Jalan Hasanuddin, Gang Flora, Timika, pada Kamis (1/11/2018).

Awalnya, korban bertemu rekannya bernama Tius. Kemudian timbul niat mencuri ayam di rumah tersangka LOR.

Sesampainya di rumah LOR, korban memanjat pagar rumah dan masuk ke kandang ayam, sedangkan rekannya menunggu di luar.

Di saat itu, rekan korban melihat tersangka SBR datang sehingga langsung melarikan diri. Sementara korban masih berada di dalam kandang.

"Tersangka SBR kemudian menuju pagar seng lalu menggedor sambil teriak 'hei keluar'," kata Gusti, Sabtu (3/11/2018).

Saat SBR menggedor pagar seng, korban kemudian kabur melalui pagar belakang, namun dikejar dua orang, dan korban pun ditangkap oleh salah satunya IS.

IS selanjutnya membawa korban ke depan kios milik SBR. SBR lalu menghungi tersangka LOR melalui sambungan telepon dan menyampaikan bahwa orang yang sering mencuri ayam sudah ditangkap.

Baca juga: 5 Fakta Penganiayaan LB (14), Gara-gara Ayam hingga Polisi Kejar Penyebar Video

Korban kemudian dibawa ke rumah LOR yang tak jauh dari rumah SBR. LOR yang tiba di rumahnya dengan sepeda motor langsung menendang korban, bahkan juga memukul korban dengan helm miliknya.

"Suasana pun semakin ramai di rumah LOR, sehingga korban di bawa ke rumah ketua RT," ujar Gusti.

Di rumah ketua RT, seorang warga sempat bertanya kepada korban. Namun karena tidak puas dengan jawaban korban yang dianggap tidak sesuai fakta, sehingga orang tersebut sempat memukul korban sebanyak dua kali.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Regional
Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Regional
Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Regional
Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X