Guru Besar IPB Bebas dari Gugatan Rp 510 Miliar

Kompas.com - 24/10/2018, 21:16 WIB
Guru Besar IPB, Bambang Hero Saharjo dituntut Rp 510 miliar oleh PT Jatim Jaya Perkasa. Change.org/boenk aldoeGuru Besar IPB, Bambang Hero Saharjo dituntut Rp 510 miliar oleh PT Jatim Jaya Perkasa.

BOGOR, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri (PN) Cibinong mengabulkan pencabutan gugatan yang diajukan PT Jatim Jaya Perkasa (JJP) terhadap Guru Besar Institut Pertanian Bogor ( IPB) Bambang Hero Saharjo.

Hal itu terungkap dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/10/2018).

"Semua pihak sudah lengkap, semua persyaratan administrasi pun lengkap. Setelah hakim bermusyawarah, kami langsung bacakan penetapan. Permohonan pencabutan gugatan dikabulkan. Beban biaya perkara ditanggung oleh pemohon," ucap Ketua Majelis Hakim Ben Ronald Situmorang, dalam sidang.

Baca juga: Guru Besar IPB Digugat Rp 510 Miliar oleh Perusahaan Pembakar Hutan

Humas Pengadilan Negeri Cibinong Bambang Setiawan mengatakan, atas pencabutan gugatan tersebut, artinya perkara itu kembali ke nol.

Dengan kata lain, lanjut dia, pakar kehutanan itu untuk sementara terbebas dari segala tuntutan, termasuk gugatan biaya ganti rugi sebesar Rp 510 miliar.

"Saya tekankan 'sementara' karena posisinya baru pencabutan. Kalau suatu saat nanti masuk lagi itu hak dia (PT JJP). Tapi untuk sementara, kasus ini selesai disini," tutur Bambang.

Pencabutan gugatan yang dilakukan PT JJP terhadap Bambang hanya bersifat sementara. Pihak PT JJP berdalih, ada sejumlah dokumen pembuktian yang harus diperbaiki dalam perkara itu.

Kuasa Hukum PT Jatim Jaya Perkasa Didik Harsono pun memilih tidak banyak berkomentar atas keputusan kliennya (PT JJP) terkait pencabutan gugatan tersebut.

"Saya enggak perlu komentar. Kita lihat ke depan seperti apa. Kita lihat saja nanti, belum bisa kasih komentar," kata Didik.

Baca juga: Dedi Mulyadi Bela Guru Besar IPB yang Digugat Perusahaan Pembakar Hutan

Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum Bambang Hero Saharjo, Puji Kartika Rahayu menyebut, bahwa pihak penggugat (PT JJP) sengaja mencabut gugatan karena sedang menyiapkan gugatan baru.

Puji pun menilai, apa yang dilakukan pihak penggugat terkesan mempermainkan hukum.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X