Kompas.com - 15/10/2018, 11:38 WIB
Petugas menggunakan alat berat berusaha menggeser batu yang terbawa arus sungai pascabanjir bandang yang terjadi, di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Sabtu (13/10). Banjir bandang yang terjadi pada Jumat (12/10) melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal. Peristiwa itu menyebabkan sedikitnya 13 orang meninggal dunia dan 10 orang lainnya dinyatakan hilang. ANTARA FOTO/Holik Mandailing/im/kye/18. HOLIK MANDAILINGPetugas menggunakan alat berat berusaha menggeser batu yang terbawa arus sungai pascabanjir bandang yang terjadi, di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Sabtu (13/10). Banjir bandang yang terjadi pada Jumat (12/10) melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal. Peristiwa itu menyebabkan sedikitnya 13 orang meninggal dunia dan 10 orang lainnya dinyatakan hilang. ANTARA FOTO/Holik Mandailing/im/kye/18.

KOMPAS.com - Bencana banjir dan tanah longsor melanda Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada Jumat (12/10/2018). Setidaknya 17 orang meninggal dunia dan ratusan warga terpaksa mengungsi.

Selain itu, puluhan rumah warga rusak diterjang banjir dan sejumlah akses jalan tertutup longsor.

Berdasar data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, setidaknya sembilan kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal terdampak bencana tersebut. 

Berikut sejumlah fakta saat terjadi bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara dan Barat.

1. Banjir dan longsor menerjang 9 Kecamatan di Mandailing Natal

Ilustrasi BanjirKOMPAS.com/IRWAN NUGRAHA Ilustrasi Banjir

Sembilan Kecamatan yang terkena dampak banjir dan longsor adalah Kecamatan Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan, dan Batang Natal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Kepala Pusat Informasi Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Sungai Aek Saladi meluap dengan debit air yang besar disertai lumpur. 

"Diperkirakan 10 orang hilang. Kejadian berlangsung mendadak. Sungai Aek Saladi tiba-tiba mengalir dengan debit besar dan membawa lumpur dan meluap sehingga menerjang madrasah. Jumlah korban hilang masih dapat berubah karena belum dapat dipastikan. Korban tertimbun lumpur dan material tembok yang roboh," ujar Sutopo melalui siaran pers, Sabtu (13/10/2018).

Baca Juga: 22 Orang Tewas dan 15 Hilang akibat Banjir dan Longsor di Sumatera

2.  Diterjang banjir saat belajar, 12 siswa meninggal 

Banjir bandang pada Jumat (12/10/2018) menerjang 29 siswa yang sedang belajar di sebuah madrasah. Akibatnya, 12 siswa meninggal dunia dan 17 lainnya berhasil selamat.

Selain itu, 21 unit rumah di Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal, rusak akibat terjangan banjir. 

"Jadi waktu gurunya dengar ada suara gemuruh di atas, langsung meneriaki muridnya untuk keluar. Tapi yang namanya anak-anak ya mungkin ada yang tidak sigap atau berebutan keluar," kata Kapolres Mandailing Natal AKBP Irsan Sinuhaji

Selain itu, sembilan unit di antaranya rusak berat dan 12 unit lainnya rusak total dan hanyut terseret arus.

Baca Juga: Satu Siswi Madrasah Ditemukan Tewas Tertimbun Lumpur Banjir Bandang

3. Jumlah korban banjir bandang

Ilustrasi banjir dan ombakTOTO SIHONO Ilustrasi banjir dan ombak
 

Sebanyak 12 siswa madrasah di Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing, yang meninggal dunia tersereta banjir bandang telah berhasil ditemukan Tim SAR. Selain 12 siswa Madrasah, petugas juga menemukan lima orang korban meninggal dunia.

Lima korban tersebut adalah 3 pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Muara Batang Gadis dan 2 orang di dalam mobil yang mengalami kecelakaan mobil saat terjadi banjir.

"Kalau untuk murid madrasah sudah semua ditemukan. Tapi petugas tetap kita siagakan di lokasi untuk membantu warga, terrmasuk membantu membongkar puing-puing rumah yang rusak dan mencari apabila masih ada laporan anggota warga yang hilang," kata Kapolres Mandailing Natal, Sabtu (13/10/2018). 

Baca Juga: Banjir dan Longsor, 3 Jalan Utama Terputus di Aceh Singkil

4. 11 titik ruas jalan tertutup longsor, warga mengungsi

Gedung MTs Negeri Matangkuli terendam banjir di Desa Mee, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (2/10/2018)KOMPAS.com/Masriadi Sambo Gedung MTs Negeri Matangkuli terendam banjir di Desa Mee, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (2/10/2018)

Berdasarkan keterangan dari Kepala Bidang BPBD Kabupaten Mandailing Nata Muahmmad Yasir, bencana banjir dan longsor sempat menutup 11 titik jalan di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut.

Sejumlah alat berat yang dikerahkan telah berhasil membersihkan ruas jalan dari sisa tanah longsor dan banjir yang menutup jalan.

"Sebelas titik longsor yang menutup jalan telah dapat ditembus masyarakat maupun kendaraan yang melintas di lokasi tersebut," kata Muhammad, hari Minggu (14/10/2018).

Sementara itu, 75 kepala keluarga di Kecamatan Ulu Pungkut terpaksa diungsikan ke kantor kelurahan.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi banjir dan longsor susulan, kata Camat Ulu Pungkut, Muhammad Johan Lubis, seperti dilansir dari Antara.

Baca Juga: Hujan Deras Penyebab Kota Medan Banjir? Ini Komentar Wali Kota Medan dan Gubernur Sumut

5. Banjir dan longsor juga terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara

Ilustrasi longsor. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Ilustrasi longsor.

Pada Kamis (11/10/2018), hujan deras menyebabkan longsor di beberapa daerah di Kota Sibolga pukul 16.30 WIB.

Longsor menyebabkan 4 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, dan 3 orang luka ringan. Sementara itu, 25 unit rumah warga rusak berat, 4 unit rumah rusak sedang dan sekitar 100 rumah terendam banjir dengan tinggi 60-80 sentimeter.

Bencana banjir juga terjadi di Nagari Tanjung Bonai, Jorong Kalo-Kalo, Jorong Ranah Batu di Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat pada Kamis (11/10/2018) pukul 20.30 WIB.

Untuk data sementara, 4 orang meninggal dunia, yaitu Anis (2,5), W Efendi (10),
Roni (30) dan Yerinda (56). Sementara korban hilang adalah Erizal (55), Daswirman (58), dan Yusrizal (45).

Sementara itu, bencana serupa juga terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (11/10/2018) pukul 19.30 WIB.

Wilayah tersebut adlaah Kecamatan Pasaman, Ranah Batan, Koto Balingka, Sei Beremas, Lembah Melintang, Gunung Tuleh, Talamau, Sasak dan Kinali.

Hingga saat ini petugas terus melakukan pencarian dan evakuasi korban.

Baca Juga: Mengenal Robin, Si Penyelamat di Tengah Banjir…

Sumber: KOMPAS.com (Farid Assifa)/ ANTARA

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.