Penipuan Lolos CPNS Kembali Terjadi, Ini Imbauan Polisi

Kompas.com - 13/10/2018, 08:05 WIB
Pendaftaran CPNS diperpanjang hingga 15 Oktober 2018 Twitter/BKNPendaftaran CPNS diperpanjang hingga 15 Oktober 2018

LAMONGAN, KOMPAS.com – Polres Lamongan mengamankan Sudarno (45), Kepala Dusun Rejo Sari, Desa Gendang Lor, Kecamatan Sugio, Lamongan, lantaran ditengarai melakukan tindak penipuan dengan menjanjikan bisa meloloskan seseorang menjadi CPNS.

Dalam praktek tersebut, pihak kepolisian turut menyita lima lembar kwitansi pembayaran dari korban kepada pelaku dengan nominal yang berbeda sebagai barang bukti. Adapun tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama empat tahun.

“Baru dua itu Pak, tidak ada yang lain. Uangnya juga nggak saya nikmati sendiri, ada juga yang buat teman (AHP) itu,” ucap Sudarno saat ditanya Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat, dalam rilis kasus di Polres Lamongan, Jumat (12/10/2018).

Baca juga: Hingga H-3 Penutupan CPNS, Ini Instansi Pusat Paling Sedikit Pelamar

Sudarno mengungkapkan, sebagian uang hasil penipuan itu diberikan kepada Akhwan Hadi Purwanto (AHP), yang sudah lebih dulu dijatuhi vonis oleh pengadilan. Akhwan yang berprofesi sebagai ASN di salah satu dinas yang ada di Pemkab Lamongan, telah lebih dulu mendekam di penjara juga lantaran kasus penipuan CPNS.

Tersangka dilaporkan kepada pihak kepolisian oleh Siti Supiatin (30), warga Dusun Slempit, Desa Pangkatrejo, Kecamatan Sugio, Lamongan, dan Mujiono (38) warga Desa Bakalan, Kecamatan Sugio, Lamongan. 

Keduanya merasa tertipu dengan apa yang dijanjikan oleh Sudarno. Mereka berdua dijanjikan bakal lulus CPNS, asal mau membayar kepada Sudarno.

Merasa tergiur dengan janji tipu daya Sudarno, Siti lantas memberanikan diri membayar tersangka senilai Rp150 juta, dan Mujiono membayar Rp85 juta, dengan pembayaran dilakukan secara bertahap.

Namun sejak pertama kali dijanjikan pada 2011 hingga kini, janji itu tak kunjung terealisasi, hingga kedua korban lantas melaporkan tindakan tersangka kepada polisi pada Senin (1/10/2018) lalu.

Baca juga: Belum Ada Pendaftar CPNS Dokter Spesialis di Gunungkidul

“Ini tentu pelajaran bagi kita semua. Kepada masyarakat, agar jangan sampai mudah terpengaruh, tergiur bujuk rayu, serta janji manis oknum-oknum tak bertanggung jawab seperti ini,” kata Wahyu.

Terlebih seperti saat ini, di mana pemerintah pusat dan daerah sedang membuka lowongan rekrutmen CPNS. Wahyu menyarankan, supaya masyarakat yang berminat sebaiknya mengikuti alur yang sudah ditentukan.

“Apalagi sekarang kan semua sudah dilakukan secara sistematis dan online, maka sebaiknya mengikuti tes dan persyaratan yang sudah ditentukan. Kalau memang saat tes tidak bisa, ya berarti tidak lulus, dan sebaiknya menerima kenyataan,” tutur dia.

Wahyu juga menjelaskan, pihaknya masih mencoba mengumpulkan informasi dan bukti di lapangan, karena tidak menutup kemungkinan masih ada orang lain yang menjadi korban perbuatan yang dilakukan oleh Sudarno.

“Saya juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya warga Lamongan, bila memang merasa pernah ditipu oleh tersangka untuk tidak segan-segan melapor kepada kami,” pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Terpengaruh Aksi Teror, Bali Tetap Aman Dikunjungi

Tak Terpengaruh Aksi Teror, Bali Tetap Aman Dikunjungi

Regional
Kisah Pengungsi Gempa Maluku, Sengsara di Tenda, Dipungut Rp 100.000 untuk Nikmati Penerangan

Kisah Pengungsi Gempa Maluku, Sengsara di Tenda, Dipungut Rp 100.000 untuk Nikmati Penerangan

Regional
Rektor UMI Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Pelaku Penyerangan Mahasiswa

Rektor UMI Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Pelaku Penyerangan Mahasiswa

Regional
Hujan Es Hingga Pohon Tumbang Terjadi di Kota Serang

Hujan Es Hingga Pohon Tumbang Terjadi di Kota Serang

Regional
Pergi Mancing sejak Tiga Hari Lalu, Pria di Bali Ditemukan Tak Bernyawa

Pergi Mancing sejak Tiga Hari Lalu, Pria di Bali Ditemukan Tak Bernyawa

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Warga: Orangnya Baik

Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Warga: Orangnya Baik

Regional
Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Markas Polisi di Jabar Tingkatkan Keamanan

Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Markas Polisi di Jabar Tingkatkan Keamanan

Regional
Tembak Kontraktor, Anak Bupati Majalengka Masih Jadi Saksi

Tembak Kontraktor, Anak Bupati Majalengka Masih Jadi Saksi

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Dikenal Sebagai Pengemudi Ojek Online dan Penjual Bakso Bakar

Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Dikenal Sebagai Pengemudi Ojek Online dan Penjual Bakso Bakar

Regional
Mantan Menaker Hanif Dhakiri Ramaikan Bursa Calon Wali Kota Surabaya

Mantan Menaker Hanif Dhakiri Ramaikan Bursa Calon Wali Kota Surabaya

Regional
Denny Indrayana Optimistis Maju Sebagai Calon Gubernur Kalsel Lewat Jalur Partai

Denny Indrayana Optimistis Maju Sebagai Calon Gubernur Kalsel Lewat Jalur Partai

Regional
Menteri hingga Gubernur Kirim Karangan Bunga untuk Keluarga Djaduk Ferianto

Menteri hingga Gubernur Kirim Karangan Bunga untuk Keluarga Djaduk Ferianto

Regional
Polda Jatim Akan Tetapkan Tersangka Baru Kasus Sekolah Ambruk di Pasuruan

Polda Jatim Akan Tetapkan Tersangka Baru Kasus Sekolah Ambruk di Pasuruan

Regional
Buntut Kematian Mahasiswa di Kampus, Rektor UMI Minta Polisi Berjaga 1 Bulan

Buntut Kematian Mahasiswa di Kampus, Rektor UMI Minta Polisi Berjaga 1 Bulan

Regional
Pelamar CPNS Tak Penuhi Syarat Seleksi Administrasi Bisa Manfaatkan Waktu Sanggah

Pelamar CPNS Tak Penuhi Syarat Seleksi Administrasi Bisa Manfaatkan Waktu Sanggah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X