Belum Ada Pendaftar CPNS Dokter Spesialis di Gunungkidul

Kompas.com - 11/10/2018, 16:19 WIB
Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro Menunjukkan Stetoskop Bluetooth menunjang Telemedicine di Puskesmas 1, Playen Rabu (26/9/2018) Kompas.com/Markus YuwonoKabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro Menunjukkan Stetoskop Bluetooth menunjang Telemedicine di Puskesmas 1, Playen Rabu (26/9/2018)

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Pembukaan pendaftaran online Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) berlangsung sejak tanggal 26 September 2018 sampai 15 Oktober 2018. Beberapa formasi belum ada pendaftar sama sekali, seperti dokter spesialis dan kuota disabilitas.

Kabid Formasi Pengembangan dan Data Pegawai Badan Kepegawaian dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul Reni Linawati menyampaikan,  hingga Rabu (10/10/2018), belum ada yang mendaftar untuk formasi dokter spesialis di RSUD Wonosari.  Hingga saat ini, 11 posisi dokter spesialis belum ada pendaftar sama sekali.

Data dari BKPPD, posisi dokter spesialis yang sama sekali belum ada pendaftar adalah, spesialis I ilmu bedah, spesialis urologi, spesialis I obstetri dan ginekologi, spesialis bedah mulut, spesialis fisik dan rehabilitasi.

Selain itu, spesialis I penyakit dalam, spesialis I kesehatan anak, spesialis I radiologi,  spesialis anastesiologi dan terapi intensif, spesialis pulmonologi dan ilmu kedokteran respirasi, dan spesialis patologi anatomi.

RSUD Wonosari juga membutuhkan dokter subspesialis kesehatan anak, dokter subspesialis penyakit dalam, dokter subspesialis obstetri ginekologi, dan dokter subspesialis bedah.

"Mungkin para dokter spesialis lebih berminat untuk mendaftar di kota daripada di daerah," kata Reni, Kamis (11/10/2018).

Baca juga: Pendaftaran CPNS 2018, Cek Lagi Apakah Anda Perlu Unggah Ulang Dokumen

Selain itu, kuota disabilitas juga sepi pemintat. Sedianya, ada empat formasi yang dibuka, tetapi belum ada peminat hingga hampir batas waktu penutupan pendaftaran.

Perlu diketahui, Kabupaten Gunungkidul membuka 434 formasi CPNS dengan formasi terbanyak ada di bidang tenaga pendidikan dan kesehatan.

Kepala Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUD Wonosari Martono menambahkan, kebutuhan dokter spesialis mendesak bagi RSUD Wonosari.

Dibukanya formasi untuk dokter spesialis adalah untuk menunjang rencana RSUD yang akan menaikkan tipe dari tipe C ke tipe B.

Selain itu, kurangnya minat masyarakat karena adanya batasan umur yang diberlakukan pemerintah pusat untuk dokter spesialis.

"Sulit jika harus memenuhi syarat maksimal umur dokter spesialis 35 tahun, kebanyakan mereka usianya lebih dari itu,"ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Karyawan PDAM Ditemukan Tewas, Kondisinya Sudah Membusuk

Karyawan PDAM Ditemukan Tewas, Kondisinya Sudah Membusuk

Regional
2 Pria yang Videonya Viral Jambret Uang Pengemis Tua Ditangkap, 1 Masih Buron

2 Pria yang Videonya Viral Jambret Uang Pengemis Tua Ditangkap, 1 Masih Buron

Regional
Sejumlah Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kota Malang Penuh

Sejumlah Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kota Malang Penuh

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 30 November 2020

Regional
Nekat Mudik ke Solo Saat Libur Panjang, Siap-siap Dikarantina 14 Hari di Benteng Vastenburg

Nekat Mudik ke Solo Saat Libur Panjang, Siap-siap Dikarantina 14 Hari di Benteng Vastenburg

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 30 November 2020

Regional
Sempat Ditangkap, 2 Pelaku Money Politics Diduga Kabur ke Malaysia

Sempat Ditangkap, 2 Pelaku Money Politics Diduga Kabur ke Malaysia

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 30 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 30 November 2020

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Pemkab Lembata Tetapkan Status Darurat Bencana

Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Pemkab Lembata Tetapkan Status Darurat Bencana

Regional
Kasus Pembakaran Resto Legian, Polisi Cocokkan Wajah 5 Terduga Pelaku

Kasus Pembakaran Resto Legian, Polisi Cocokkan Wajah 5 Terduga Pelaku

Regional
Berita Terbaru Kasus Dugaan Penganiayaan Ojek Online oleh Bahar Bin Smith

Berita Terbaru Kasus Dugaan Penganiayaan Ojek Online oleh Bahar Bin Smith

Regional
Pemerintah Desa Blokade 5 Rumah Pasien Positif Covid-19 Pakai Bambu, Ini Penjelasan Kades

Pemerintah Desa Blokade 5 Rumah Pasien Positif Covid-19 Pakai Bambu, Ini Penjelasan Kades

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 November 2020

Regional
Angka 'Stunting' di Sumedang Naik 3,28 Persen Akibat PSBB

Angka "Stunting" di Sumedang Naik 3,28 Persen Akibat PSBB

Regional
Video Viral 2 Pria Jambret Uang Pengemis Tua, Korban: Saya Siapkan untuk Beli Kain Putih

Video Viral 2 Pria Jambret Uang Pengemis Tua, Korban: Saya Siapkan untuk Beli Kain Putih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X