Terobos Palang Pintu, Pengendara Sepeda Motor Tewas Tertabrak KA

Kompas.com - 11/10/2018, 13:43 WIB
Polisi saat berada di lokasi lama KA. Kompas.com/Slamet PriyatinKompas.Com/Slamet Priyatin Polisi saat berada di lokasi lama KA. Kompas.com/Slamet Priyatin


KENDAL, KOMPAS.com- Rokhani (49) , warga desa Sumberejo, RT 03/06 Kecamatan Kaliwungu Kendal Jawa Tengah, tewas tertabrak kereta api di perlintasan kereta api Sekopek,  Kamis (11/10).

Ia tertabrak kereta api peti kemas dengan nomor loko KA 2511A, setelah menerobos palang pintu kereta di jalan Sekopek Kaliwungu Kendal.

Menurut saksi mata yang juga petugas palang pintu kereta api perlintasan Sekopek, Reski Widiarto (36), sebenarnya dirinya sudah berteriak agar korban tidak menerobos. Sebab, masih ada kereta lewat.


Baca juga: Diduga Terobos Palang Pintu, Mobil Avanza Tertabrak Kereta Api di Surabaya

Tetapi, peringatan Reski tidak dihiraukan oleh korban, yang naik sepeda motor berplat nomor H 5565 YD.

“Kereta yang lewat, ada dua. Satu dari arah Weleri, satunya dari arah Semarang,” kata Reski.

Reski menambahkan, korban sempat berhenti saat pintu perlintasan ditutup.

Namun, setelah kereta dari arah Weleri lewat, korban membuka pintu palang kereta dan menjalankan kendaraannya. Padahal, masih ada kereta dari arah Semarang.

Peristiwa kecelakaan ini masih ditangani oleh pihak kepolisian dari Polres Kendal. 

Kompas TV Api baru bisa dipadamkan petugas pemadam kebakaran setelah hampir 30 menit bekerja.


Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X