UGM Bebaskan Uang Kuliah Mahasiswa Terdampak Gempa Palu dan Lombok

Kompas.com - 05/10/2018, 15:20 WIB
Kopma UGM bersama Kagama Care menyediakan hidangan gratis untuk Mahasiswa Palu, Sigi, Donggala dan Parigi di Cafetaria Kopma UGM KOMPAS.com / Wijaya KusumaKopma UGM bersama Kagama Care menyediakan hidangan gratis untuk Mahasiswa Palu, Sigi, Donggala dan Parigi di Cafetaria Kopma UGM


YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Universitas Gadjah Mada ( UGM) membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa asal Palu, Sigi, Donggala, Parigi dan sekitarnya, termasuk Lombok yang terdampak gempa bumi.

Selain itu, UGM juga memberikan izin bagi para mahasiswa yang ingin menjenguk keluarganya.

"Kami memiliki mahasiswa asal Palu, Sigi, Donggala, Parigi dan sekitarnya. Termasuk juga mahasiswa asal Lombok," ujar Rektor UGM Panut Mulyono, saat dihubungi, Jumat (05/10/2018)

Panut mengungkapkan, pihaknya mengumpulkan mahasiswa asal Palu, Sigi, Donggala, Parigi, dan sekitarnya termasuk Lombok. Pada pertemuan tersebut, akan diberikan informasi mengenai kebijakan dari UGM.

"Hari Senin makan siang bersama, sekaligus kami akan menyampaikan kebijakan dibebaskan dari UKT," tegasnya.

Baca juga: Keluarga Alumni UGM Sediakan Makan Gratis bagi Mahasiswa Korban Gempa Sulteng

Pembebasan itu, kata Panut, diberlakukan untuk pembayaran UKT semester depan karena semester ini para mahasiswa sudah bayar.

"Kalau butuh mau ditarik separuh atau seperti apa, ini kami masih mempertimbangkan," imbuhnya.

Menurutnya, pembebasan UKT itu tidak berlaku selamanya. Namun, sampai proses recovery di Palu dan Lombok selesai dilakukan.

"Tidak selamanya, kalau sudah recovery nanti kami evaluasi. Paling tidak satu setengah semester, dimulai semester depan," bebernya.

Tak hanya itu, UGM juga memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang ingin pulang untuk menengok keluarganya. Sebab, saat ini mereka sedang menjalani Ujian Tengah Semester (UTS), sehingga belum menjenguk keluarga.

Menurut Panut, Jumat (05/10/2018) siang ini, dirinya akan mengelar pertemuan dengan semua dekan. Pada pertemuan ini akan dibahas secara rinci kebijakan-kebijakan yang akan diberikan untuk mahasiswa asal Palu, Sigi, Donggala, Parigi dan sekitarnya, termasuk Lombok.

"Siang ini saya akan bertemu dahulu dengan semua dekan. Nanti akan saya detailkan apa yang bisa kami berikan," pungkasnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sandiaga Uno Ingin Batam Jadi Gerbang Pariwisata dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

Sandiaga Uno Ingin Batam Jadi Gerbang Pariwisata dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

Regional
Gara-gara Ucapan “Tumben kok Ganteng Kali”, Nyawa Susiato Melayang

Gara-gara Ucapan “Tumben kok Ganteng Kali”, Nyawa Susiato Melayang

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 23 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 23 Januari 2021

Regional
Bocah 14 Tahun Dianiaya Ayah gara-gara Pinjam Motor untuk Jemput Ibu, Ini Ceritanya

Bocah 14 Tahun Dianiaya Ayah gara-gara Pinjam Motor untuk Jemput Ibu, Ini Ceritanya

Regional
Wakil Bupati Manggarai Timur Positif Covid-19

Wakil Bupati Manggarai Timur Positif Covid-19

Regional
'Niatnya Keras Menjadi TNI, Itu Cita-citanya sejak Kecil, Dia Selalu Gigih Latihan'

"Niatnya Keras Menjadi TNI, Itu Cita-citanya sejak Kecil, Dia Selalu Gigih Latihan"

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 23 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 23 Januari 2021

Regional
Terima Kabar Putranya Gugur di Papua, Ayah Pratu Dedi Hamdani: Perasaan Saya Tidak Keruan...

Terima Kabar Putranya Gugur di Papua, Ayah Pratu Dedi Hamdani: Perasaan Saya Tidak Keruan...

Regional
Aturan Siswi Non-Muslim di SMKN Padang Wajib Berhijab Tuai Protes, Ini Duduk Perkaranya

Aturan Siswi Non-Muslim di SMKN Padang Wajib Berhijab Tuai Protes, Ini Duduk Perkaranya

Regional
Kontroversi Aturan Jilbab untuk Siswi Non-Muslim SMKN 2 Padang, Berujung Laporan ke Mendikbud hingga Menuai Kritik DPR

Kontroversi Aturan Jilbab untuk Siswi Non-Muslim SMKN 2 Padang, Berujung Laporan ke Mendikbud hingga Menuai Kritik DPR

Regional
Anggota DPR: Aturan Wajib Jilbab di Sekolah Negeri Harus Dicabut

Anggota DPR: Aturan Wajib Jilbab di Sekolah Negeri Harus Dicabut

Regional
Derita Korban Banjir Manado, Hanya Punya Baju di Badan, Patungan Beli Sarapan

Derita Korban Banjir Manado, Hanya Punya Baju di Badan, Patungan Beli Sarapan

Regional
Angka Kematian Kasus Covid-19 di Jatim Tembus 7.266, Ini Tanggapan Wagub Emil Dardak

Angka Kematian Kasus Covid-19 di Jatim Tembus 7.266, Ini Tanggapan Wagub Emil Dardak

Regional
Tinggal di Kontrakan, 2 WNA Asal China Diamankan Petugas Imigrasi, Mengaku Bisnis Kayu di Jambi

Tinggal di Kontrakan, 2 WNA Asal China Diamankan Petugas Imigrasi, Mengaku Bisnis Kayu di Jambi

Regional
Sekda Ungkap Penyebab Kegaduhan ASN Pemkab Jember, Berawal dari Pesan WhatsApp Bupati

Sekda Ungkap Penyebab Kegaduhan ASN Pemkab Jember, Berawal dari Pesan WhatsApp Bupati

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X