4 Fakta Terbaru, 1.424 Korban hingga Evakuasi 6 Korban di Petobo

Kompas.com - 04/10/2018, 17:35 WIB
Moda membersihkan makam orang tuanya di Desa Loli Saluran, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pasca gempa dan Tsunami, Rabu (3/10/2018). Gempa yang terjadi di Palu dan Donggala mengakibatkan 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOModa membersihkan makam orang tuanya di Desa Loli Saluran, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pasca gempa dan Tsunami, Rabu (3/10/2018). Gempa yang terjadi di Palu dan Donggala mengakibatkan 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak.

KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencaa ( BNPB) menjelaskan, jumlah korban meninggal dunia hingga Kamis pukul 13.00 WIB mencapai 1.424 orang.

Selain itu, Tim SAR kembali menemukan jenazah korban gempa bumi di Kelurahan Petobo.

Seperti diketahui, gempa magnitudo 7,4 telah membuat ratusan rumah di Kelurahan Petobo amblas sekitar 20 meter. Diduga ribuan orang masih tertimbun. 

berikut deretan fakta terbaru terkait dan terkini gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

1. Korban luka berat akan dievakuasi ke Makassar

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemanan, Wiranto, dan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo ,saat memberikan keterangan kepada pers, Minggu (30/9/2018) di Palu, Sulawesi Selatan, terkait penanganan pascagempa Sulawesi.KOMPAS TV/GUNTUR Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemanan, Wiranto, dan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo ,saat memberikan keterangan kepada pers, Minggu (30/9/2018) di Palu, Sulawesi Selatan, terkait penanganan pascagempa Sulawesi.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, menginstruksikan untuk membawa seluruh korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah yang mengalami luka berat ke Makassar, Sulawesi Selatan.

"Untuk yang luka-luka, terutama yang luka berat, saya minta diangkut ke rumah sakit lanjutan di Makassar karena tidak bisa ditangani di sini. Patah tulang terbuka, angkat ke Makassar. Yang sudah diangkat, sudah ratusan," ungkap Wiranto di Palu seperti ditayangkan di KompasTV, Kamis (4/10/2018).

Sementara itu, bagi yang luka ringan akan ditampung di lima rumah sakit. Wiranto sudah memastikan kelima rumah sakit tersebut telah siap.

"Obat-obatan kurang, kami datangkan dari pusat. Ibu Menkes bilang obat-obatan ada, tapi belum diangkut. Saya katakan, kalau ada, angkut sekarang. Kita punya alat angkut berlebih," katanya.

Baca Juga: Wiranto: Korban Luka Berat, Segera Angkat ke Makassar

2. Kendala evakuasi korban di Hotel Mercure, Palu

Tim Basarnas menemukan seorang korban terkubur dibalik reruntuhan bangunan. foto Tim Basarnas Tim Basarnas menemukan seorang korban terkubur dibalik reruntuhan bangunan.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Regional
UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

Regional
Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Regional
'Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami'

"Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami"

Regional
Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Regional
Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Regional
Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Regional
Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Regional
Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Regional
Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Regional
Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Regional
Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Regional
Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X