Bantahan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Tidak Tega Menampar Suporter hingga Video "Sengaja" Diedit

Kompas.com - 26/09/2018, 06:38 WIB
Foto yang diunggah Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi di akun Instagram miliknya, Jumat (21/9/2018). Dalam foto, Edy berada di tengah kerumunan suporter PSMS Medan. Pada Jumat, tim PSMS Medan berlaga melawan Persela Lamongan di Stadion Teladan, Medan.dok. Instagram Foto yang diunggah Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi di akun Instagram miliknya, Jumat (21/9/2018). Dalam foto, Edy berada di tengah kerumunan suporter PSMS Medan. Pada Jumat, tim PSMS Medan berlaga melawan Persela Lamongan di Stadion Teladan, Medan.

KOMPAS.comGubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi membantah dirinya menampar suporter PSMS Medan. Menurut Edy, dirinya tidak sekejam itu untuk menampar suporter yang masih anak-anak.

Edy justru mengajak masyarakat untuk melihat sendiri video yang beredar di media sosial. Apakah benar dirinya menampar atau hanya sekedar mendorong anak kecil? 

Berikut sejumlah fakta saat Gubernur Edy Rahmayadi di tengah suporter di Stadion Teladan Medan, Jumat (21/9/2018) malam.

1. Versi Edy terkait tamparannya

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi membantah tuduhan penamparan yang dilakukannya kepada suporter bola, Selasa (25/9/2018).KOMPAS.com/Mei Leandha Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi membantah tuduhan penamparan yang dilakukannya kepada suporter bola, Selasa (25/9/2018).

Dalam video berdurasi 27 detik, sebelum menampar seorang suporter, tangan kanan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sempat mendorong seorang bocah yang berdiri di antara dirinya dan suporter yang hendak ditampar. 

Akibat dorongan itu, bocah berbaju hijau toska dengan tulisan "five" di dada kanan, terjungkal. Peristiwa tersebut terlihat pada detik ke-5.

Lalu, setelah mendorong bocah bernasib malang itu, Edy segera menghampiri seorang suporter dan menampar wajahnya. Aksi tersebut terekam pada detik ke-8.

Namun, sang gubernur membantah adanya aksi penamparan tersebut.

"Kalau ku bilang nggak, wih bapak ini nipu. Ku bilang iya, tega kali bapak ini. Memangnya cocok saya nampar anak kecil?" kata Edy, seusai silaturahim dengan awak media di Aula Bina Graha Pemprov Sumut, Selasa (25/9/2018).

"Ya enggaklah," katanya mencoba meyakinkan para wartawan.

Baca Juga: Viral, Video Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Tampar Suporter PSMS Medan

2. Komentar Sekretaris PSMS Medan terkait tamparan Edy

Kericuhan terjadi usai laga PSMS Medan Vs PSM Makassar di Stadion Teladan, Medan, Sumatera Utara, Senin (23/7/2018).Tribun Medan Kericuhan terjadi usai laga PSMS Medan Vs PSM Makassar di Stadion Teladan, Medan, Sumatera Utara, Senin (23/7/2018).

Sekretaris Umum PSMS Medan Julius Raja alias King mengatakan, apa yang dilakukan Edy Rahmayadi saat berada di tengah suporter bukanlah tamparan.

"Tidak ada penamparan, Pak Edy saat itu menyuruh pinggir, apa karena tangannya menyuruh pinggir begitu namanya penamparan?" kata Julius.

Menurut King, saat itu Edy justru mentraktir para suporter setelah memperingatkan mereka untuk tidak menyalakan flare.

"Dia borong semua jualan pedagang di situ. Jadi kami heran, kok ada yang mengedit-edit video itu," katanya.

Baca Juga: Soal Video Tampar Suporter Bola, Gubernur Edy: Memangnya Cocok Saya Menampar Anak Kecil?

3. Kronologi Edy turun tribune sampai menampar suporter

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi pada acara kerja sama PSSI-BRI, Rabu (1/8/2018).KOMPAS.com/Ferril Dennys Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi pada acara kerja sama PSSI-BRI, Rabu (1/8/2018).

Saat laga berjalan 65 menit, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi turun dari tribune VVIP menuju  tribune suporter yang menyalakan flare. 

Saat itu, Ayam Kinantan, julukan PSMS Medan sedang tertinggal 1-2 dari lawannya Persela Lamongan.

Melihat sang gubernur mendatangi para suporter, flare di tribune utara langsung dimatikan oleh para suporter. Meskipun flare sudah mati, hal itu tidak cukup menghentikan langkah Edy untuk mendatangi para suporter.

Setelah sampai di tribune suporter, Edy segera menyuruh mereka duduk. Namun, beberapa suporter terus menyanyikan lagu dukungan khas suporter PSMS Medan.

Dalam nyanyian tersebut terdengar tuntutan suporter untuk mendesak Sekretaris Umum PSMS Medan Julius Raja alias King untuk dikeluarkan dari PSMS Medan.

"Keluar, keluar, keluar Julius, sekarang juga," teriak para suporter, seperti terekam dalam video tersebut.

Edy pun segera mendatangi salah satu suporter yang menyanyi tersebut lalu menampar seorang suporter berbaju hijau.

Namun, sebelumnya, Edy sempat terekam mendorong seorang bocah dengan tangan kanannya. Bocah malang itu berdiri di antara Edy dan seorang suporter yang ditampar.

Baca Juga: Gubernur Edy Rahmayadi Harap 17 Atlet Disabilitas Bisa Banggakan Sumut di Asian Para Games

4. Sekretaris Umum PSMS: "Video sengaja diedit"

Para pemain PSMS Medan merayakan gol ke gawang Persela Lamomgan pada pertandingan Liga 1 di Stadion Teladan, 21 September 2018. LIGA-INDONESIA.id Para pemain PSMS Medan merayakan gol ke gawang Persela Lamomgan pada pertandingan Liga 1 di Stadion Teladan, 21 September 2018.

Menurut King, saat ini King sedang mencari pelaku pengeditan video yang menghebohkan itu.

King menduga, penyebaran video dilakukan orang-orang yang tak senang dengan Edy Rahmayadi.

"Yang viral itu yang diedit. Lucu kadang-kadang, kami lagi cari orang yang mengedit dan memviralkannya, orang yang ingin menjatuhkan Pak Edy," imbuhnya.

Baca Juga: Gaya Blak-blakan ala Gubernur Sumut, Tampar Suporter hingga Geram soal Banjir

Sumber: KOMPAS.com ( Mei Leandha)/ Tribunnews



Close Ads X