4 Fakta di Balik Kasus Bupati Tulungagung, Dilantik di Jakarta hingga Nasib Statusnya

Kompas.com - 21/09/2018, 21:17 WIB
Rumah Syahri Mulyo di Tulungagung, Jawa Timur. Kompas.com/M.Agus Fauzul HakimRumah Syahri Mulyo di Tulungagung, Jawa Timur.

KOMPAS.com - Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) sekaligus Bupati Tulungagung terpilih, Syahri Mulyo, akan dilantik di Gedung Kementerian Dalam Negeri di Jakarta pada tanggal 25 September 2018.

Syahri terganjal kasus korupsi sejumlah proyek infrastruktur di Tulungagung, Jawa Timur. Dirinya pun ditetapkan menjadi tersangka 19 hari menjelang coblosan Pilkada serentak pada 27 Juni 2018 lalu.

Berikut fakta yang ditemukan KOMPAS.com pada kasus tersebut.


1. Syahri tidak dilantik bersama kepala daerah lainnya

Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, SoekarwoKOMPAS.com/Achmad Faizal Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo

Seharusnya, pada tanggal 24 September adalah hari menggembirakan bagi Syahri Mulyo. Di hari itu, Syahri dan Maryoto Birowo dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung.

Namun faktanya, Syahri saat ini telah berstatus tahanan KPK dalam kasus korupsi sejumlah proyek di Tulungagung. Untuk itu, pelantikan Syahri terpaksa tidak dilakukan di Gedung Negara Grahadi, Jawa Timur, bersama sejumlah calon kepala daerah lainnya.

Syahri akan dilantik di Jakarta, tepatnya di Gedung Kemendagri.

"Yang melantik tetap saya, bukan di Gedung Grahadi, tapi di kantor Kemendagri, sesuai arahan KPK," kata Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Jumat (21/9/2018).

Baca Juga: Tahanan KPK, Bupati Tulungagung Terpilih Dilantik di Kantor Kemendagri

2. Alasan Soekarwo tidak melantik Syahri di Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo atau Pakde Karwo saat diwawancara usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Pelantikan Anggota DPRD Kota Malang, Senin (10/9/2018)KOMPAS.com/Andi Hartik Gubernur Jawa Timur, Soekarwo atau Pakde Karwo saat diwawancara usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Pelantikan Anggota DPRD Kota Malang, Senin (10/9/2018)

Salah satu alasan Gubernur Jawa Timur Soekarwo tidak melantik Syahri di Jawa Timur adalah masalah dana pengamanan. Menurut Soekarwo, biaya pengamanan tahanan dari Jakarta ke Jawa Timur sangat mahal.

Selain itu, Soekarwo hanya mengikuti arahan dari KPK terkait acara pelantikan tahanan KPK Syahri Mulyo.

Seperti diketahui, Syahri Mulyo dan Maryoto Birowo adalah pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang diusung PDIP dan Partai Nasdem saat Pilkada lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X