Korban Penipuan CPNS Diminta Lapor Polisi

Kompas.com - 21/09/2018, 10:50 WIB
Ratusan honorer Kategori 2 di Karawang berunjuk rasa di depan Kantor Pemkab Karawang, Selasa (18/9/2018). Mereka menuntut Pemkab Karawang menolak seleksi CPNS 2018. KOMPAS.com/FARIDA FARHANRatusan honorer Kategori 2 di Karawang berunjuk rasa di depan Kantor Pemkab Karawang, Selasa (18/9/2018). Mereka menuntut Pemkab Karawang menolak seleksi CPNS 2018.

KARAWANG, KOMPAS.com - Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya meminta korban penipuan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) melapor ke kantor polisi terdekat. Hal ini untuk membuat jera oknum yang memanfaatkan momen CPNS 2018 dan mengklaim bisa meloloskan dalam seleksi tersebut.

"Masyarakat yang menjadi korban penipuan agar berani melaporkan ke kantor polisi terdekat atau langsung ke Polres (Karawang). Kami pastikan akan menindak tegas pelaku yang melakukan penipuan CPNS ini," ujar Slamet, Jumat (21/9/2018).

Hingga saat ini, kata dia, pihaknya belum mendapat laporan perihal penipuan CPNS. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan antisipasi. Slamet menyebut telah mengintruksikan anggotanya untuk melakukan monitoring selama tahapan CPNS berlangsung.

Baca juga: Bupati Kendal Akan Pecat Oknum ASN Yang Jadi Calo CPNS

"Kami mengimbau agar masyarakat yang akan mengikuti seleksi CPNS agar mengikuti seluruh prosedur yang sudah ditentukan. Jangan mudah terpedaya janji manis oknum yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan sendiri," katanya.

Sementara itu Kepala BKPSDM Karawang Aang Rahmatullah mengimbau masyarakat tidak mempercayai oknum yang mengaku bisa mengurus jadi PNS. Sebab, seleksi penerimaan CPNS ini dilakukan  secara obyektif, transparan, jujur, adil, bersih, dengan sistem CAT (Computer Assisted Test).

"Saya menghimbau kepada masyarakat agar tidak mempercayai apabila ada orang atau pihak tertentu (calo), yang menjanjikan dapat membantu kelulusan dalam setiap tahapan seleksi. Apalagi jika itu dengan keharusan menyediakan sejumlah uang atau dalam bentuk lain," kata Aang.

Aang menegaskan, pelaksanaan seleksi CPNS Tahun Anggaran  2018 dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui BKN dan Kemenpan RB.

Baca juga: Anggota DPRD Bengkulu Jadi Calo CPNS, Tunjangannya Dihentikan

 

Pejabat pembina Kepegawaian Daerah, kata dia, hanya mempunyai kewenangaan menetapkan kebutuhan formasi CPNS berdasarkan keputusan Kemenpan RB, menetapkan pengumuman seleksi CPNS, mengumumkan hasil SKD dan SKB berdasarkan laporan dari BKN atas hasil seleksi menggunakan CAT, mengusulkan penetapan NIP, dan penetapan pengangkatan menjadi CPNS.

"Jadi, pemda tidak berkewenangan menetapkan kelulusan peserta CPNS," katanya.

Para peserta seleksi CPNS bisa mengakses informasi secara lengkap melalui kantor BKPSDM, mulai dari pendaftaran, persyaratan dan semua mekanisme juga formasi yang dibutuhkan masyarakat. Informasi tersebut juga bisa diakses melalui situs SSCN tahun 2018  http://sscn.bkn.ao.id dan https://bkspdm.karawangkab.ao. dan www.karawangkab.go.id.

Diketahui, Karawang mendapat kuota 381, yang terdiri dari 293 formasi umum dan 88 formasi khusus eks tenaga honorer kategori dua (eks-THK2). Hanya saja, berdasarkan verifikasi, hanya 40 eks  THK2 yang memenuhi syarat.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1 Anggota DPD RI Dapil Bengkulu dan Sebagian Karyawan BI Positif Corona

1 Anggota DPD RI Dapil Bengkulu dan Sebagian Karyawan BI Positif Corona

Regional
Tangga Kuno dan Misteri Kompleks Candi di Dataran Tinggi Dieng, Pusat Ritual dan Pendidikan Agama?

Tangga Kuno dan Misteri Kompleks Candi di Dataran Tinggi Dieng, Pusat Ritual dan Pendidikan Agama?

Regional
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Akan Jadi Relawan Uji Vaksin Covid-19

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Akan Jadi Relawan Uji Vaksin Covid-19

Regional
3 PPS di Kutim Jadi Tersangka Kasus Rekayasa Dukungan Paslon Perseorangan

3 PPS di Kutim Jadi Tersangka Kasus Rekayasa Dukungan Paslon Perseorangan

Regional
Operasi Jaran Candi 2020, Polres Tegal Kota Bekuk 6 Pelaku Curanmor

Operasi Jaran Candi 2020, Polres Tegal Kota Bekuk 6 Pelaku Curanmor

Regional
Tak Kenakan Masker di NTB, Siap-siap Didenda Rp 500.000

Tak Kenakan Masker di NTB, Siap-siap Didenda Rp 500.000

Regional
3 Pelajar SMA yang Rampok Toko Emas Tetap Terima Pelajaran dari Dalam Penjara

3 Pelajar SMA yang Rampok Toko Emas Tetap Terima Pelajaran dari Dalam Penjara

Regional
Sebelum Meninggal Positif Covid-19, Guru SMPN 1 Dolopo Jalan-jalan Bersama Keluarga ke Solo

Sebelum Meninggal Positif Covid-19, Guru SMPN 1 Dolopo Jalan-jalan Bersama Keluarga ke Solo

Regional
Awalnya Menolak, Wali Kota Batam Bersedia Tes Swab dan Hasilnya Negatif

Awalnya Menolak, Wali Kota Batam Bersedia Tes Swab dan Hasilnya Negatif

Regional
Korban Arisan HA dari Berbagai Kalangan, Mulai Petani hingga ASN

Korban Arisan HA dari Berbagai Kalangan, Mulai Petani hingga ASN

Regional
Nenek yang Berkurban dari Hasil Menabung 15 Tahun Dihadiahi Umrah Gratis

Nenek yang Berkurban dari Hasil Menabung 15 Tahun Dihadiahi Umrah Gratis

Regional
YouTuber Berulah, Demi Konten Bagikan Daging Berisi Sampah

YouTuber Berulah, Demi Konten Bagikan Daging Berisi Sampah

Regional
Palembang Tetapkan 3 Rute Jalur Khusus Sepeda

Palembang Tetapkan 3 Rute Jalur Khusus Sepeda

Regional
Ini Motif YouTuber Edi Putra Buat Video Prank Daging Kurban Isi Sampah

Ini Motif YouTuber Edi Putra Buat Video Prank Daging Kurban Isi Sampah

Regional
Tambah 4 Perjalanan, KA Argo Parahyangan Bandung-Jakarta Kembali Beroperasi, Cek Jadwalnya

Tambah 4 Perjalanan, KA Argo Parahyangan Bandung-Jakarta Kembali Beroperasi, Cek Jadwalnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X