Bahan Baku Pengganti Kayu Cocok untuk Rumah di Lokasi Gempa

Kompas.com - 19/09/2018, 18:12 WIB
Menristekdikti (baju putih), M Nasir, saat berkunjung di PT Terryham Proplas Indonesia di Kendal. KOMPAS.com/Slamet PriyatinMenristekdikti (baju putih), M Nasir, saat berkunjung di PT Terryham Proplas Indonesia di Kendal.

KENDAL, KOMPAS.com - Unplasticized Poly Vinyl Chloride (UPVC) atau bahan baku rumah pengganti kayu, dinilai layak dijadikan bahan membuat rumah. Apalagi kayu kini mulai langka.

Penilaian itu disampaikan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M Nasir di pabrik UPVC, Jalan Lingkar Kaliwungu, Kendal, Rabu (19/9/2018).

“Bahan UPVC, adalah turunan dari plastik yang menghilangkan sifat lenturnya. Bagus untuk bahan rumah yang ada di daerah gempa,” ujarnya.

Nasir menambahkan, 75 persen bahan baku UPVC di pabrik Terryham Proplas Indonesia,  berasal dari dalam negeri. Sedangkan sisanya sebanyak 25 persen dari luar negeri.

Baca juga: Menristekdikti: Tingkatkan Daya Saing dengan Basis Riset dan Teknologi

“Sehingga melemahnya rupiah sekarang ini, tidak begitu mempengaruhi harganya,” jelas Nasir.

Direktur Utama PT Terryham Proplas Indonesia Kendal, Syamsunar mengungkapkan, warga kini mulai menggunakan UPVC untuk bahan membuat rumah. Terutama di daerah yang sering dilanda gempa.

“Sekarang ini kami sedang mengerjakan beberapa rumah di Aceh dan Lombok,” tambahnya.

Syamsunar menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan beberapa SMK untuk dilatih membuat kusen jendela, pintu, dan lainnya dari UPVC.

Siswa–siswa itu nantinya akan dipekerjakan di pabriknya.

“Beberapa tahun ke depan, kami berharap bisa mengekspor UPVC kami ke luar negeri,” pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X