Kompas.com - 17/09/2018, 16:35 WIB

BATAM, KOMPAS.com - Kapal Polisi (KP) Baladewa-8002 kembali berhasil mengamankan dua kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam yang sedang melakukan pencurian ikan di perairan Utara Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

Kedua KIA diamankan sekitar pukul 3.00 WIB, Rabu (12/9/2018). Identitasnya yakni BT92684TS dengan nakhoda bernama Pham Van Dinh Ann dan anak buah kapal (ABK) 10 orang serta BT93528TS dengan nakhoda Nguyen Van Gian dan ABK berjumlah dua orang.

Direktur Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta  mengatakan, penangkapan ini merupakan penangkapan kesekian kalinya.

"Sudah sering kami lakukan penangkapan, bahkan pelaku terkesan menantang. Meski berulang kali kami lakukan penenggelaman, namun aksi pencurian ikan ini terus saja terjadi di perairan Indonesia, khususnya Kepri," kata Benyamin yang ditemui di dermaga Pelabuhan Batu Ampar.

Baca juga: Kapal Berbendera Asing yang Diduga Dibajak Perompak Diamankan di Babel

Saat diamankan, kedua nakhoda tersebut sama sekali tidak bisa menunjukkan dokumen-dokumen kapal. Bahkan, dari kedua kapal juga terdapat 1 ton ikan campuran yang diduga dari hasil tangkapan mereka.

"Kedua kapal ini saling berhubungan, satu kapal memang untuk melakukan pencurian ikan dan kapal satunya bertugas untuk mengawal dan menjaga kapal yang lainnya saat melakukan pencurian ikan," jelasnya.

Dalam aksinya, pelaku menggunakan modus seolah-olah mereka nelayan Indonesia. Sebab, mereka sama sekali tidak memasang bendera mana pun.

Saat kapal tersebut berhadapan dengan petugas, mereka terlihat cuek dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

"Namun, petugas patroli laut kan paham, karena nelayan Indonesia tidak ada yang menggunakan kapal ikan seperti kapal ikan asing berbendera Vietnam ini," terangnya.

Selain 1 ton ikan campuran, petugas juga berhasil menyita kapal beserta alat tangkap, 4 unit GPS, 6 unit radio, dan 2 buah pukat harimau.

Benyamin menambahkan, kedua nakhoda dan 12 ABK dijerat pasal 92 jo pasal 26 ayat 1 UU No.31 2004 tentang Perikanan Sub pasal 93 ayat 2 UU No.45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU No.31 tahun 2004 tentang Perikanan.

Mereka dijerat dengan hukuman penjara selama 8 tahun dan denda Rp1,5 milliar.

Kompas TV Selain petugas SAR proses pencarian juga melibatkan personel gabungan TNI-Polri.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.