Temuan Bawaslu, Hampir 50 Ribu DPT di Jateng Bermasalah - Kompas.com

Temuan Bawaslu, Hampir 50 Ribu DPT di Jateng Bermasalah

Kompas.com - 16/09/2018, 19:48 WIB
Ketua Bawaslu Jawa Tengah Fajar Subkhi AK Arif memberikan materi penguatan kelembagaan pengawas pemilu dalam  Bimbingan Teknis dan Penguatan Kapasitas Panwas Kecamatan se Kabupaten Semarang dalam rangka Pemiihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018 di Bandungan, Kamis (26/10/2017) malam.KOMPAS.com/ SYAHRUL MUNIR Ketua Bawaslu Jawa Tengah Fajar Subkhi AK Arif memberikan materi penguatan kelembagaan pengawas pemilu dalam Bimbingan Teknis dan Penguatan Kapasitas Panwas Kecamatan se Kabupaten Semarang dalam rangka Pemiihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018 di Bandungan, Kamis (26/10/2017) malam.

SEMARANG, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Jawa Tengah menemukan hampir 50 ribu daftar pemilih tetap (DPT) yang diduga ganda untuk Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jateng Anik Solihatin mengatakan, berdasar audit terhadap DPT yang telah ditetapkan, pihak Bawaslu menemukan sebanyak 48.670 pemilih ganda di Jawa Tengah.

Bawaslu meminta temuan itu ditindaklanjuti bersama-sama di lapangan dengan melakukan cek dan ricek.

"Temuan sebanyak 48.670 DPT ganda juga sudah diserahkan kepada KPU Kabupaten/Kota di Jawa Tengah untuk ditindaklanjuti," kata dia, Minggu (16/9/2018).

Baca juga: 5.762 DPT Ganda Ditemukan di Tangerang Selatan, Ini Penyebabnya

Anik menjelaskan, dari 48.670 DPT yang diduga ganda, sebanyak 16.329 diantaranya terbukti ganda. Sejumlah 16.329 DPT ganda kemudian dilakukan pencoretan.

Kemudian, sebanyak 11.162 DPT diantaranya dilakukan proses perbaikan.

"Kalau 11.163 itu elemen datanya diperbaiki, karena setelah dicek ternyata bukan ganda, tapi data yang identik," tandasnya.

Dari sebaran temuan DPT ganda, Kabupaten Banyumas menyumbang angka terbesar hingga 6.777 pemilih. Sementara yang terkecil disumbang Kota Magelang dengan 14 pemilih.

Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jateng, Rofiuddin menambahkan, temuan pemilih ganda di Jawa Tengah dinilai kecil jika dihitung dari jumlah total pemilih.

Namun demikian, Bawaslu menegaskan bahwa kualitas penyusunan data yang valid dan tepat sangat diperlukan.

"Hasil temuan Bawaslu yang ditindaklanjuti oleh KPU mengenai data pemilih ganda ini prosentase validitasnya mencapai 89 persen," ujarnya.

Usai menemukan DPT ganda, Bawaslu mengaku akan tetap mengaudit daftar pemilih berdasar nama dan alamat untuk pemilih yang telah dicoret. 



Close Ads X