Satu Keluarga Tewas Terbakar di Barak Perusahaan Diduga Korban Pembunuhan

Kompas.com - 14/09/2018, 07:30 WIB
Tim penyidik Polres Barito Utara sedang melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi barak yang terbakar di PT Antang Ganda Utama (AGU), Desa Hajak, yang menewaskan satu keluarga, Rabu (12/9/2018) Dok. Polres Barito UtaraTim penyidik Polres Barito Utara sedang melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi barak yang terbakar di PT Antang Ganda Utama (AGU), Desa Hajak, yang menewaskan satu keluarga, Rabu (12/9/2018)

PALANGKARAYA, KOMPAS.com – Polisi mendalami kasus kebakaran yang menewaskan satu keluarga yang terjadi pada sebuah barak di PT Antang Ganda Utama (AGU), Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah pada Selasa (11/9/2018) menjelang tengah malam.

Kebakaran tersebut menewaskan Dominikus Jehatu (34), Imel (24) dan anak mereka yakni Apriliano yang masih berusia empat bulan. 

 

Polisi menduga ada unsur pembunuhan terhadap satu keluarga tersebut, sebelum akhirnya baraknya dibakar. Kasus tersebut ditangani oleh Polres Barito Utara. 

Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar, melalui Kasatreskrim AKP Samsul Bahri menuturkan bahwa pihaknya telah meminta bantuan kepada dokter ahli forensik untuk melakukan otopsi terhadap ketiga korban yang tewas dalam kebakaran barak karyawan tersebut.

Baca juga: Barak Sebuah Perusahaan Tiba-tiba Terbakar, Satu Keluarga Jadi Korban

Menurut Samsul, hingga kini proses otopsi masih terus berlangsung dan pihaknya belum menerima hasil resmi secara rinci. Namun polisi menaruh curiga sebab dari pemeriksaan awal  terdapat beberapa bekas luka di ketiga tubuh korban tersebut. 

"Ada beberapa luka tidak wajar pada ketiga jenazah yang merupakan satu keluarga tersebut, diantaranya ada luka sayatan dan bacokan pada tubuh ketiganya,” kata Samsul, Kamis (13/09/2018).

Polisi masih terus mengumpulkan barang bukti serta mencari saksi terkait dengan kasus kebakaran yang mengakibatkan tewasnya tiga orang yang merupakan satu keluarga, dengan adanya luka tidak wajar tersebut.

“Hingga kini kami masih terus lakukan pendalaman, sehingga nanti kita bisa mengambil kesimpulan atas kasus kebakaran tersebut,” tambah Samsul.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Karyawati Bank, Anak Berkebutuhan Khusus Jadi Saksi Kunci

Informasi yang dihimpun, beberapa mata luka terdapat di tubuh korban. Di jenazah Dominikus, terdapat luka tebasan di bagian kepala belakang.

Sedangkan pada jenazah Imel, terdapat luka sayat di bagian leher dan wajah sebelah kiri. Anak pasutri Dominikus dan Imel yakni Apriliano juga ditemukan bekas luka tikam pada bagian dada.

Hingga kini pihak Polres Barito Utara belum menetapkan satupun tersangka atas kasus kebakaran ini karena menunggu hasil otopsi resmi dari pihak dokter forensik serta menunggu hasil pengembangan atas kasus tersebut, apabila nanti sudah terkumpul semua.

Apabila kasus kebakaran tersebut didahului dengan adanya unsur pidana lainnya, maka pihak kepolisian akan mulai memburu pelaku tindak pidana yang menyebabkan ketiga orang tersebut tewas, yang lalu dibakar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Regional
Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X