Barak Sebuah Perusahaan Tiba-tiba Terbakar, Satu Keluarga Jadi Korban

Kompas.com - 12/09/2018, 23:00 WIB
Tim forensik sedang meneliti kondisi kamar pada salah satu barak perusahaan PT AGU yang terbakar, Rabu (12/9/2018) Dok. Polres Barito UtaraTim forensik sedang meneliti kondisi kamar pada salah satu barak perusahaan PT AGU yang terbakar, Rabu (12/9/2018)

PALANGKARAYA, KOMPAS.com – Satu keluarga tewas dalam kebakaran yang terjadi pada sebuah barak di PT Antang Ganda Utama (AGU) di Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah

Kebakaran yang terjadi pada sebuah barak karyawan di Camp Hajak C, milik perusahaan kelapa sawit tersebut terjadi pada Selasa (11/9/2018) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, semua karyawan sudah tertidur.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar membenarkan kejadian kebakaran tersebut. 

“Namun saya belum mendapatkan laporan lengkap atas kasus tersebut,” kata Dostan melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (12/09/2018).


Baca juga: 4 Fakta Kebakaran di Gunung Sumbing, Evakuasi Ratusan Pendaki hingga Kendala Pemadaman

Sebagai informasi, pada Camp Hajak C terdapat enam barak yang dihuni oleh karyawan. Salah satu saksi mengatakan bahwa sebelumnya terdengar suara ribut pada bagian plafon barak nomor enam. 

Tidak lama kemudian, terlihat kepulan asap disertai dengan semburan api yang dengan cepat membesar. Tak lama kemudian, kebakaran tersebut bisa diatasi.

Namun peristiwa kebakaran tersebut menewaskan tiga orang yang merupakan satu keluarga, diantaranya seorang ayah bernama Dominikus Jehatu alias Domi (34), ibu yang bernama Imel (24) serta seorang anak balita Apriliano (4 bulan).

Hingga kini pihak kepolisian dari Polres Barito Utara masih terus melakukan pengembangan, mengumpulkan barang bukti, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi terkait dengan kasus kebakaran tersebut.

“Sampai saat ini terkait dengan penyebab kebakaran masih didalami sementara terkait dengan korban, hingga kini pihak dokter forensik melakukan otopsi,” tambah Dostan.

Dalam kepentingan penyelidikan atas kasus kebakaran tersebut, barak yang terbakar tersebut telah dipasangi garis polisi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X