KPU Polewali Mandar Coret Bacaleg Mantan Koruptor

Kompas.com - 10/09/2018, 10:52 WIB
Caleg mantan koruptor akhirnya dicoret dari daftar DCS oleh KPU Polewali Mandar, Sulawesi Barat.KOMPAS.com/ JUNAEDI Caleg mantan koruptor akhirnya dicoret dari daftar DCS oleh KPU Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Polewali Mandar, Sulawesi Barat, akhirnya mencoret nama caleg mantan koruptor dari daftar calon sementara (DCS) 2019.

Keputusan ini diambil KPU selain karena DCS yang ditetapkan mendapat tanggapan warga, juga sesuai dengan peraturan PKPU Nomor 7 tahun 2017 yang melarang setiap mantan napi korupsi maju sebagai caleg dalam Pemilihan Legislatif 2019.

Nama bacaleg yang dicoret adalah Juliani dari Partai Demokrat untuk daerah pemilihan wilayah satu yang meliputi Kecamatan binuang dan Polewali. Juliani dinyatakan pengadilan terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi dana PPK pada tahun 2005 silam.

Komisi divisi data KPU Polewali Mandar, Hasriadi kepada wartawan di kantornya, Senin (10/9/2018), menyatakan, setelah daftar DCS ditetapkan, masyarakat diberi kesempatan untuk melakukan klarifikasi. Karena mendapat tanggapan warga, yang bersangkutan akhirnya dihapus dari DCS yang sudah ditetapkan.

Baca juga: Bawaslu Belitung Timur Loloskan 3 Bacaleg Mantan Koruptor

“Setelah melalui tahapan verifikasi dan klarifikasi ke berbagai pihak, termasuk ke partai yang mengusung caleg bersangkutan, KPU akhirnya menghapus nama brsangkutan karena dinilai melanggar ketentuan PKPU,” jelas Hasriadi, komisi Divisi Data KPU Polewali Mandar.



Terkini Lainnya

Sutrisno, Penjual Mi Lidi Berdasi yang Sukses Curi Perhatian Pembeli

Sutrisno, Penjual Mi Lidi Berdasi yang Sukses Curi Perhatian Pembeli

Regional
Namanya Disebut-sebut Saksi 02 dalam Sidang MK, Ini Kata Moeldoko

Namanya Disebut-sebut Saksi 02 dalam Sidang MK, Ini Kata Moeldoko

Regional
Tukang Pijat Dibunuh Pelanggannya karena Terlalu Keras Memijat

Tukang Pijat Dibunuh Pelanggannya karena Terlalu Keras Memijat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sikap Jokowi Hadapi Tuduhan Prabowo-Sandi di Sidang MK | Sistem Zonasi PPDB Tuai Masalah

[POPULER NUSANTARA] Sikap Jokowi Hadapi Tuduhan Prabowo-Sandi di Sidang MK | Sistem Zonasi PPDB Tuai Masalah

Regional
Panglima TNI Minta Penangguhan Penahanan untuk Mantan Danjen Kopassus

Panglima TNI Minta Penangguhan Penahanan untuk Mantan Danjen Kopassus

Regional
Bupati Konawe Utara Menangis Saat Pemaparan Kondisi Banjir di Hadapan Menteri PUPR

Bupati Konawe Utara Menangis Saat Pemaparan Kondisi Banjir di Hadapan Menteri PUPR

Regional
33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

Regional
Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Regional
Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Regional
Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali 'Warning' untuk Transportasi Laut

Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali "Warning" untuk Transportasi Laut

Regional
Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Regional
Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Regional
Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Regional
Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Regional
Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Regional

Close Ads X