5 Berita Terpopuler Nusantara, Dosen Pungli hingga Vespa Tank yang Mendunia

Kompas.com - 10/09/2018, 05:59 WIB
Video seorang oknum dosen di Palopo diduga meminta Rp2.000 kepada mahasiswanya viral. Kasus ini tengah diselidiki pihak kampus. FacebookVideo seorang oknum dosen di Palopo diduga meminta Rp2.000 kepada mahasiswanya viral. Kasus ini tengah diselidiki pihak kampus.

KOMPAS.com - Berita terpopuler pada akhir pekan lalu di Kompas.com masih diwarnai dengan kasus oknum dosen di Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) dan kecelakaan maut di Sukabumi yang menewaskan 21 orang.

Perkembangan terbaru dari kampus UNCP, dosen yang diduga melakukan pungli diberhentikan sementara.

Selain itu, kisah Yogi "Si Vespa Tank" menjadi cerita inspiratif yang terus diikuti oleh pembaca. 

Berikut 5 berita terpopuler pada hari Minggu (9/9/2018).


1. UNCP istirahatkan oknum dosen yang pungut Rp 2.000

Dalam rangka mempercepat proses penyelidikan, pihak kampus UNCP memutuskan untuk mengistirahatkan oknum dosen Fakultas Teknik Komputer (FTKOM) di Palopo.

“ Dosen yang bersangkutan diistirahatkan dulu sesuai kebijakan pihak Fakultas Teknik Komputer. Masa waktu istirahat akan ditentukan kemudian setelah komisi disiplin kampus UNCP mengeluarkan hasil,” kata Hasbi, Humas UNCP, Minggu (9/9/2018).

Seperti diketahui, oknum dosen tersebut diduga meminta uang kepada sejumlah mahasiswanya.

Baca berita selengkapnya: Kampus Istirahatkan Dosen yang Diduga Minta Rp 2.000 dan Viral di Medsos

2. Minibus "maut" tidak uji KIR sejak 2016

Seorang petugas melihat bangkai mini bus yang masuk jurang setelah dievakuasi di Tanjakan Letter S, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/9/2018).KOMPAS.com/BUDIYANTO Seorang petugas melihat bangkai mini bus yang masuk jurang setelah dievakuasi di Tanjakan Letter S, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/9/2018).

Banyak fakta mengejutkan di balik kecelakaan maut yang menewaskan 21 orang di Tanjakan Letter S, Kampung Bantarselang, Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat.

Salah satunya, pemilik minibus tidak melakukan uji kelayakan kendaraan atau KIR sejak 2016.

"Sudah sejak 2016 tidak melakukan uji berkala kendaraan," ungkap Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Kemenhub Budi Setiyadi kepada wartawan di sela peninjauan tempat kejadian perkara (TKP), Minggu (9/9/2018) siang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X