Gubernur NTT: Mulai Hari Ini Kepala Dinas Harus Sesuaikan Pakaian Saat Turun Desa

Kompas.com - 09/09/2018, 06:50 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, saat berada di dalam mobil jenis Lexus LX 470 KOMPAS.com/Sigiranus Marutho BereGubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, saat berada di dalam mobil jenis Lexus LX 470

KEFAMENANU, KOMPAS.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat mendorong para aparatur sipil negara (ASN) di Lingkup Pemerintah Provinsi NTT agar lebih banyak turun ke desa. Menurut Viktor, karakter ASN melayani masyarakat di NTT harus dirubah.

Viktor menyebut, semua aparatur negara harus melahirkan budaya baru dalam kerja. Bukan pegawai negeri yang duduk di kantor, tetapi pegawai negeri yang melayani petani, peternak, dan nelayan.

"Mulai hari ini para kepala dinas dan ASN provinsi harus menyesuaikan pakaian dan sepatu saat turun ke desa," ujar Viktor saat berada di Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara, Sabtu (8/9/2018)

Baca juga: Usai Dilantik Presiden, Viktor Laiskodat Gelar Syukuran di Pulau Semau

Semua upaya ini, lanjut mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI itu, bertujuan untuk NTT bangkit dan NTT sejahtera.

"Kita harus sungguh-sungguh. Target kita adalah kehormatan. Dan kehormatan itu hanya lahir dari pengorbanan. Saya punya keyakinan dengan hal ini, NTT dalam tiga tahun akan lepas landas," ujarnya.

Viktor juga menegaskan, masalah utama yang dihadapi Pemerintah Provinsi NTT adalah tidak adanya data yang pasti. NTT harus punya bank data yang jelas untuk perencanaan dan penanganan masalah dengan tepat.

"Masalah utama di NTT bukan karena rakyat malas. Tidak ada itu. Masalah utama kita adalah pada perencanaan. Perencanaan harus dimulai dari data," imbuhnya.

Baca juga: Rekapitulasi KPU, Viktor Laiskodat-Josef Nae Soi Menang di Pilkada NTT

Viktor menjelaskan, dirinya akan mengajak dan berdiskusi dengan para bupati dan wali kota se-NTT agar menyiapkan data yang otentik dan pasti.

"Saya pastikan dalam masa kepemimpinan kami, NTT harus punya bank data yang jelas dan otentik. NTT satu data bukan hanya nama saja. Kita akan danai, siapkan dengan baik dan melalui survei yang pasti. Harus punya data yang luar biasa untuk penanganan yang jelas," kata Viktor.

Lanjut Viktor, selama ini data yang ada bersifat perkiraan. Pihaknya tidak tahu dengan berapa lahan pertanian produktif dan lahan kering yang ada di Provinsi NTT. Kalaupun ada, dimunculkan dalam bentuk persentase kemiskinan.

"Ke depan saya tidak tertarik bicara persentase baik pada level provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa. Saya lebih tertarik kalau seorang camat datang bawa laporan jumlah orang miskin berapa, keluarganya siapa dan terapinya apa. Karena yang kita terapi orang, bukan persentase," kata Viktor.

Viktor menegaskan, pihaknya harus mendata dengan pasti rumah yang tidak layak huni dan yang belum berlistrik.

"Semua itu harus data dengan baik. Kalau sudah terdata dengan baik, kita urus ramai-ramai pasti bisa diselesaikan dalam lima tahun, apalagi kalau ada intervensi pemerintah pusat, pasti bisa," tutupnya. 

Kompas TV Jenderal Tito Karnavian mendesak agar Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI terlebih dahulu memeriksa Viktor Laiskodat.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Nikah Massal, Kakek dan Nenek Ini Senang Akhirnya Pernikahannya Tercatat

Ikuti Nikah Massal, Kakek dan Nenek Ini Senang Akhirnya Pernikahannya Tercatat

Regional
Stok Sudah Siap, Ekspor Beras ke Arab Saudi Tunggu Administrasi

Stok Sudah Siap, Ekspor Beras ke Arab Saudi Tunggu Administrasi

Regional
Perkosa Remaja Keterbelakangan Mental hingga Hamil, Kakak Beradik di Sumbawa Ditangkap

Perkosa Remaja Keterbelakangan Mental hingga Hamil, Kakak Beradik di Sumbawa Ditangkap

Regional
Anggota TNI Gadungan Diciduk Saat Curi Sepeda Motor Warga

Anggota TNI Gadungan Diciduk Saat Curi Sepeda Motor Warga

Regional
Sering Lihat Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Guru Telah Menduga SW Jadi Korban Penganiayaan

Sering Lihat Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Guru Telah Menduga SW Jadi Korban Penganiayaan

Regional
Empat Tersangka Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku Diserahkan ke Jaksa

Empat Tersangka Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku Diserahkan ke Jaksa

Regional
Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Kapolda Sumut: Hanya Kesalapahaman

Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Kapolda Sumut: Hanya Kesalapahaman

Regional
Pembuang Sajen ke Bengawan Solo Divonis Hukuman Percobaan

Pembuang Sajen ke Bengawan Solo Divonis Hukuman Percobaan

Regional
Perahu Rombongan Pengantar Jenazah di Papua Terbalik, 5 Orang Tewas

Perahu Rombongan Pengantar Jenazah di Papua Terbalik, 5 Orang Tewas

Regional
'Kakiku Pernah Dijepit Kasur, Punggung Digigit Ayah, Ibu Dilempar Kipas'

"Kakiku Pernah Dijepit Kasur, Punggung Digigit Ayah, Ibu Dilempar Kipas"

Regional
Diduga Dukung Calon Petahana, Camat dan Kades Dilaporkan ke Bawaslu Jember

Diduga Dukung Calon Petahana, Camat dan Kades Dilaporkan ke Bawaslu Jember

Regional
Tahanan Wanita yang Kabur Akan Menghadapi Sidang Putusan di PN Bandung

Tahanan Wanita yang Kabur Akan Menghadapi Sidang Putusan di PN Bandung

Regional
Jatinangor Sumedang Diterjang Banjir 1 Meter Lebih, Warga Panik

Jatinangor Sumedang Diterjang Banjir 1 Meter Lebih, Warga Panik

Regional
Edarkan 32 Paket Sabu, Pegawai Kafe di Cianjur Ditangkap

Edarkan 32 Paket Sabu, Pegawai Kafe di Cianjur Ditangkap

Regional
TNI-Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Pangdam Bukit Barisan Minta Maaf

TNI-Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Pangdam Bukit Barisan Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X