Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/09/2018, 22:21 WIB
Puthut Dwi Putranto Nugroho,
Reni Susanti

Tim Redaksi

GROBOGAN, KOMPAS.com - Kepulangan peraih dua medali emas Asian GamesAries Susanti Rahayu ke Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, disambut ribuan warga. 

Warga rela berpanas-panasan, berdiri memenuhi jalan protokol di sepanjang kawasan Kota Purwodadi, Grobogan, untuk memberikan ucapan selamat.

Ayu, sapaan Aries, menginjakkan kaki di Purwodadi, Grobogan sekitar pukul 14.30 WIB. Sebelumnya, Ayu terlebih dahulu menghadiri acara penyambutan di kantor gubernur Jateng. 

Ayu tiba di halaman GOR Simpanglima Purwodadi satu mobil dengan Bupati Grobogan, Sri Sumarni menumpang mobil sedan plat merah dengan nomor polisi K 1 F.

Baca juga: Sukses Raih Medali Emas Asian Games, Aries Susanti Tatap Olimpiade

Begitu turun dari mobil, Ayu sudah dinanti banyak orang. Mulai jajaran Pemkab Grobogan, pengurus KONI, para pejabat, hingga kerabat.

Ayu sempat singgah sekitar 30 menit di kantor KONI Grobogan di komplek GOR. 

"Saya sangat terharu sambutan ini sangat luar biasa. Terima kasih juga atas doa dan dukungannya sehingga saya bisa meraih dua medali emas di Asian Games 2018," kata Ayu.

Dari kantor KONI, Ayu diarak keliling wilayah perkotaan. Dalam kesempatan ini, Ayu menumpang mobil jeep bersama Bupati Grobogan, Sri Sumarni, di jok belakang.

Sementara di bagian depan, ada Ketua Umum KONI Grobogan, Fatchur Rachman dan sopir.

Sepanjang perjalanan, Ayu tak henti-hentinya berdiri melambaikan tangannya pada ribuan warga yang menyambutnya di sepanjang rute arak-arakan.

Tak ketinggalan, Ayu juga memamerkan dua medali emas yang baru saja diraihnya dalam kejuaraan olahraga tingkat Asia empat tahunan itu.

Baca juga: INFOGRAFIK Asian Games: Medali Emas Ke-8, Aries Susanti Rahayu

"Kami semua bangga dengan prestasimu Mbak Ayu. Selamat sudah berhasil meraih dua medali emas di Asian Games 2018," kata Bupati Grobogan, Sri Sumarni.

Sebelumnya, nama Aries Susanti Rahayu (23) menggema di kancah internasional mengharumkan nama Indonesia.

Gadis asal Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah itu menjadi peserta tercepat di lomba kategori Speed Climbing Performa pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing-IFSC World Cup 2018 di Chongqing, China.

Ayu, demikian dia disapa, mengalahkan atlet Rusia, Elena Timofeeva, jawara di sejumlah super series panjat tebing. Pada kejuaraan kali ini Ayu bahkan nyaris memecahkan rekor dunia balapan di dinding panjat vertikal.

Sebelumnya, dalam video berdurasi pendek yang viral di media sosial mendokumentasikan detik-detik Ayu saat berlaga. 

Bak Spiderman, Ayu melesat cepat memanjat dinding vertikal setinggi 50 kaki dalam hitungan 7,51 detik. Ayu merayap dinamis nyaris tanpa cacat melawan efek gravitasi mengungguli lawannya.

Kecepatan Ayu mendekati rekor dunia yang pernah ditorehkan atlet Rusia, Iulina Kaplina dengan catatan waktu 7,46 detik. Iulina Kaplina sebagai pemegang rekor dunia juga tampil dalam kejuaraan ini, namun tertinggal di babak penyisihan.

Kompas TV Tim panjat tebing Indonesia berhasil meraih 3 raihan medali di hari pertama cabang panjat tebing
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com