Korupsi Dana Desa Rp 203 Juta, Kades di Simalungun Dipenjara 4 Tahun

Kompas.com - 03/09/2018, 22:57 WIB
Terbukti korupsi, Kawardin Purba Pangulu Nagori Pamatangsinaman divonis empat tahun penjara, Senin (3/9/2018) KOMPAS.com / Mei LeandhaTerbukti korupsi, Kawardin Purba Pangulu Nagori Pamatangsinaman divonis empat tahun penjara, Senin (3/9/2018)

MEDAN, KOMPAS.com - Kawardin Purba divonis empat tahun penjara karena terbukti melakukan korupsi dana desa sebesar Rp 203 juta.

Terdakwa disidang di ruang Cakra VI Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (3/9/2018).

Pangulu Nagori ( kepala desa) di Pamatangsinaman, Kecamatan Dolokpardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, ini terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001.

"Terdakwa telah melakukan korupsi sebesar Rp 203 juta sehingga divonis empat tahun penjara," kata Syafril, ketua majelis hakim, Senin.


Tak hanya itu, lanjut Syafril, terdakwa juga harus membayar denda Rp 200 juta dengan subsider dua bulan kurungan, dan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 203 juta.

Baca juga: Perampok Pakai Modus Kempeskan Ban, Uang Dana Desa Rp 329 Juta Raib

Jika terdakwa tidak sanggup membayarnya dalam jangka waktu sebulan, harta bendanya akan disita negara.

"Bila tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama dua tahun," sambung Syafril.

Atas putusan tersebut, jaksa penuntut umum yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman lima tahun penjara menyatakan pikir-pikir.

Saat sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan diketahui, berdasarkan laporan ahli dari Inspektorat Daerah Kabupaten Simalungun bahwa Nagori Pamatangsinaman pada 2015 memiliki uang kas dana desa sebesar Rp 257 juta lebih.

Terdakwa lalu menggunkan dana tersebut untuk kepentingan pribadi. Penarikan pertama sebesar Rp 10 juta dilakukannya pada 4 Juni 2015.

Penarikan kedua sebesar Rp 92,5 juta pada 10 Juni 2015, digunakan terdakwa untuk membiayai beberapa kegiatan seperti peningkatan kapasitas perangkat desa di Pamatangraya sebesar Rp 20 juta, pelatihan manajemen pemerintah desa di Yogyakarta sebesar Rp 20 juta, dan kegiatan belanja barang material serta pembayaran upah sewa alat berat sebesar Rp 14 juta.

Baca juga: Menteri Klaim Dana Desa Turunkan Kemiskinan hingga 1,8 Juta Orang

Sisanya sebesar Rp 38,5 juta dihabiskan terdakwa untuk kepentingan pribadi. Kemudian penarikan terakhir sebesar Rp 154,5 juta, lagi-lagi digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi, di antaranya membayar sisa utang pinjaman terdakwa di BRI Panetongah sebesar Rp 10 juta dan membantu biaya pengobatan dan penguburan ibunya.

Sisa dana sebesar Rp 134 juta lebih kemudian dihabiskan terdakwa untuk membiayai perjalanan dan hidupnya di Jakarta selama sebulan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tempeleng 10 Siswa, Motivasi Berujung Jeruji Besi: Saya Khilaf...

Tempeleng 10 Siswa, Motivasi Berujung Jeruji Besi: Saya Khilaf...

Regional
KPK Sita Sejumlah Dokumen di Kantor Dishub Medan

KPK Sita Sejumlah Dokumen di Kantor Dishub Medan

Regional
Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Regional
Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Regional
Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Regional
Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Regional
Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Regional
Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Regional
Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Regional
Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Regional
Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Regional
Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Regional
Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Regional
Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Regional
WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X