Jumlah Pengidap HIV/AIDS di Gorontalo Meningkat

Kompas.com - 01/09/2018, 18:20 WIB
Ilustrasi HIV/AIDSthinkstock/vchal Ilustrasi HIV/AIDS

GORONTALO, KOMPAS.com  – Jumlah pengidap HIV/AIDS semakin bertambah dari tahun ke tahun di Provinsi Gorontalo.

Tahun ini, jumlah pengidap penyakit mematikan yang sudah divalidasi ini sebanyak 400 orang.

Angka ini merupakan jumlah yang didata oleh Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA). Di luar itu diperkirakan angkanya semakin besar sebagaimana fenomena gunung es.

Dibandingkan jumlah tahun sebelumnya yang mencapai 362 orang, tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan.


“Masih ada hambatan menjangkau populasi berisiko, mereka tidak selalu bisa menerima, belum lagi penolakan dari sebagian orang yang tidak memahami tugas kami,” kata Melky, penjangkau pengidap HIV/AIDS KPA Gorontalo, Sabtu (1/9/2018).

Baca juga: Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Nunukan Meningkat Sepanjang 2017

Pengidap penyakit ini paling besar berada di rentang usia produktif. Pengidap tertinggi di Gorontalo terdapat di kelompok lelaki suka lelaki (LSL).

Temuan yang menarik adalah terdapat pengidap kelompok usia 15-24 tahun yang diketahui menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

“Kami berharap tidak ada kasus baru dan tidak ada kematian,” kata Idah Syahidah, ketua Tim Asistensi KPA Gorontalo.

Baca juga: Seks Bebas dan Narkoba Jadi Pemicu Bertambahnya Jumlah Penderita HIV/AIDS

Kompas TV Syair.org membuat acara kelas inspirasi berbagi bersama anak dengan HIV/AIDS.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

RSKIA Kota Bandung Senilai Rp 750 Miliar Siap Beroperasi Tahun Depan

RSKIA Kota Bandung Senilai Rp 750 Miliar Siap Beroperasi Tahun Depan

Regional
Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Regional
Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Regional
Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Regional
Mahasiswa Minta KPK Tak 'Gantung' Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Mahasiswa Minta KPK Tak "Gantung" Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Regional
Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Regional
Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Regional
Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Regional
Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Regional
Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Regional
Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Regional
Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Regional
Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Regional
Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Regional
Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X