Rakit Senjata Api, Tukang Tambal Panci Ditangkap

Kompas.com - 30/08/2018, 16:15 WIB
Ujang Basri alias Ujang Soder (76) pelaku perakit senjata api di Kabuapaten Empat Lawang , Sumatera Selatan, saat gelar perkara bersama barang bukti alat merakit senjata, Kamis (30/8/2018). KOMPAS.com/ Aji YK PutraUjang Basri alias Ujang Soder (76) pelaku perakit senjata api di Kabuapaten Empat Lawang , Sumatera Selatan, saat gelar perkara bersama barang bukti alat merakit senjata, Kamis (30/8/2018).

EMPAT LAWANG, KOMPAS.com - Ujang Basri alias Ujang Soder (76) , warga Desa Rantau Tenang, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, ditangkap jajaran polisi setempat. Ia kedapatan merakit senjata api secara ilegal.

Dalam keseharian, kakek tiga cucu ini diketahui bekerja sebagai tukang tambal panci dan servis payung. Ia nekat merakit senjata api untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Setiap senjata api jenis laras panjang dan pendek yang dirakit, ia mendapat upah Rp 300.000-350.0000 jenis laras panjang dan pendek.

Ujang menjelaskan, keahliannya merakit senjata sebetulnya telah dilakukan sejak 1980. Awalnya ia merakit senjata hanya untuk ke kebun karena banyaknya hewan buas seperti babi hutan dan beruang.

Baca juga: Jokowi: Presiden Disuruh Akrobat Seperti Itu, Ya Gila Bro

Ternyata, rakitannya banyak dipesan warga. Hingga akhirnya, ia menerima pesanan perakitan senjata api.

“Tahun 2006 lalu saya ditangkap dan dipenjara  selama 1,5 tahun. Karena merakit senjata. Lalu saya beralih menjadi tukang tambal panci dan payung. Tapi pendapatan tidak cukup untuk makan," tutur Ujang di Polres Empat Lawang, Kamis (30/8/2018).

Para pemesan, sambung Ujang, tak hanya warga dari Empat Lawang. Berbagai pendatang dari luar Sumsel pun ikut memesan senjata yang ia buat sendiri.

“Biasanya mereka yang memesan, menitipkan jenis peluru yang akan dipakai lalu baru saya rakit, agar bentuknya pas. Tergantung pesanan, mau laras panjang atau pendek,” ujarnya.

Kapolres Empat Lawang AKBP Agus Setyawan mengungkapkan, dari tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa alat perakit senjata serta senpi rakitan yang telah jadi.

Baca juga: Tangis Penjual Air Isi Ulang saat Tahu Anaknya Raih Medali Emas di Asian Games

Selain itu, diamankan pula puluhan butir peluru berbagai ukuran serta mesiu untuk membuat amunisi.

“Pelaku ini pernah ditahan atas kasus yang sama dan kembali menjalani aktivitas merakit senjata api rakitan. Motifnya karena kebutuhan ekonomi, ini masih kita kembangkan untuk mencari siapa saja pemesannya,” kata Agus.

Atas perbuatannya, Ujang kembali harus menghabiskan masa tuanya di dalam tahanan. Ia terancam pasal 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Regional
Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

Regional
Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

Regional
RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Regional
Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X